Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 11:13 WIB | Sabtu, 11 Januari 2020

Pakistan: Bom Meledak Saat Jemaat Salat Magrib, 15 Tewas

Keadaan di dalam masjid di Quetta setelah ledakan yang menewaskan 15 orang ketika sedang salat magrib. (Foto: dari Dawn)

ISLAMABAD, SATUHARAPAN.COM-Sebuah ledakan dalam serangan teroris terjadi di sebuah masjid di daerah Kota Satelit, Quetta, Balochistan, Pakistan, ketika jemaat sedang salat magrib pada hari Jumat (10/1). Ledakan itu menewaskan 15 orang dan menyebabkan 19 orang lain terluka, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Balochistan Zia Langove, membenarkan.

Menurut Wakil Inspektur Jenderal (DIG) Quetta, Abdul Razzaq Cheema, dan sumber-sumber di rumah sakit, Wakil Inspektur Polisi (DSP), Amanullah dan imam masjid termasuk di antara yang meninggal.

Seorang perwira polisi senior yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan kepada DawnNewsTV bahwa serangan itu dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.

Seorang juru bicara pemerintah Balochistan, Liaqat Shahwani, juga mengkonfirmasi kepada AFP bahwa seorang pelaku bom bunuh diri harus dipersalahkan.

Apa yang kita ketahui sejauh ini:

Kepala kepolisian Balochistan, Mohsin Hassan Butt, juga mengkonfirmasi jumlah korban tewas, dan mengatakan: "Sembilan belas orang masih menjalani perawatan medis, kondisi tiga hingga empat sangat kritis."

Fida Mohammad, yang ikut salat Magrib, mengatakan sekitar 60 orang hadir pada saat serangan terjadi terhadap masjid, yang terletak di lingkungan Ghousabad. Ledakan itu terjadi di barisan depan para jamaah sesaat setelah salat dimulai, katanya. "Itu adalah ledakan yang kuat, orang-orang berteriak dan berlari ke sana-sini, banyak orang terluka karena ledakan," kata Mohammad.

Rekaman TV setelah ledakan menunjukkan puing-puing dan pecahan kaca berserakan di lantai tempat kejadian. Namun tidak ada pihak yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu.

Insiden itu terjadi hampir sebulan setelah putra DSP Amanullah, Najeebullah, ditembak mati. Amanullah sendiri adalah korban meninggal dalam ledakan hari Jumat itu.

DIG Cheema, saat berbicara kepada media, mengatakan bahwa polisi hampir menyelesaikan penyelidikan pembunuhan Najeebullah. Dia menambahkan bahwa mereka sekarang akan memastikan apakah kelompok yang sama berada di balik kedua serangan itu.

Sementara itu, direktur jenderal Hubungan Masyarakat Antar-Layanan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor, mentweet bahwa personil Frontier Corps telah mencapai lokasi ledakan dan sedang melakukan operasi pencarian bersama dengan polisi. "

Sementara Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa mengatakan bahwa "mereka yang menargetkan orang tak berdosa di masjid tidak pernah bisa menjadi Muslim sejati."

Teroris Tak Akan Pernah Berhasil

Menanggapi serangan itu, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengecam serangan itu dan menyesali korban jiwa, sementara mengarahkan agar diberikan perawatan terbaik untuk yang terluka. Perdana menteri juga meminta laporan tentang insiden tersebut.

Menteri Utama Balochistan, Jam Kamal Khan, mengatakan bahwa mereka yang menargetkan jamaah tidak memiliki agama atau afiliasi suku. "Mereka hanya teroris dan pantas mendapat hukuman terberat," katanya. Dia menambahkan bahwa musuh negara sekali lagi mencoba menciptakan masalah dalam hukum dan ketertiban di Balochistan.

Namun, menteri utama itu mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan perdamaian yang diperoleh dengan susah payah yang telah dicapai melalui pengorbanan angkatan bersenjata dan warga negara.

Menteri Dalam Negeri Balochistan, Langove, juga mengecam ledakan itu, dengan mengatakan bahwa "teroris takut dengan perkembangan Pakistan." "Musuh internal dan eksternal gagal melakukan upaya untuk menciptakan kepanikan dan kerusuhan di negara ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

Langove bersumpah bahwa "teroris yang dikalahkan tidak akan pernah diizinkan untuk berhasil". Dia menyatakan solidaritas dengan para korban dan mengatakan bahwa tidak ada kelalaian yang akan ditoleransi dalam perawatan medis yang terluka.

Ketika berbicara dengan media, menteri dalam negeri provinsi mengatakan para teroris menganggap masjid sebagai "sasaran empuk". Dia menambahkan bahwa pemerintah mempertimbangkan pengaturan keamanan setelah insiden pemboman ini.

Insiden itu terjadi tiga hari setelah sepeda motor yang diparkir di Quetta meledak, menyebabkan dua orang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Ledakan itu, diklaim oleh Hizbul Ahrar, cabang dari kelompok Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP). Pada bulan November, dua orang tewas dan lima lainnya cedera dalam ledakan di daerah Kuchlak, Quetta.

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home