Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 00:28 WIB | Selasa, 05 September 2017

Pameran Anugerah Budaya di Museum Sonobudoyo

Pameran Anugerah Budaya di Museum Sonobudoyo
Lukisan berjudul "Candi Plaosan" karya Putu Sutawijaya salah satu penerima Anugerah Budaya 2017 yang dipamerkan di ruang pamer Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan Yogyakarta. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Pameran Anugerah Budaya di Museum Sonobudoyo
Setelah membuka Pameran Anugerah Budaya 2017, Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta Umar Priyono (tengah) berbincang-bincang (talkshow) dengan pelestari-penggiat budaya.
Pameran Anugerah Budaya di Museum Sonobudoyo
Foto dokumentasi upacara adat-tradisional Sadranan Wonosadi turut dipamerkan dalam Pameran Anugerah Budaya 2017.
Pameran Anugerah Budaya di Museum Sonobudoyo
Penampilan Ansamble Anak Nusantara pada pembukaan Pameran Anugerah Budaya 2017, Senin (4/9).

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Bertempat di gedung eks kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta, Jalan Pangurakan-Yogyakarta yang saat ini difungsikan sebagai ruang pameran Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Senin (4/9) siang Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta Umar Priyono membuka pameran Anugerah Budaya 2017.

"Tahun ini pameran merupakan penyelenggaraan yang pertama kali sebagai bagian dari sosialisasi Anugerah Budaya bagi Pelestari dan Penggiat Budaya di Yogyakarta. Harapannya, masyarakat bisa lebih mengenali para penerima penghargaan beserta karya dan pencapaiannya maupun ." kata Umar Priyono dalam sambutannya.

Lebih lanjut Umar Priyono menjelaskan bahwa pemberian penghargaan merupakan apresiasi bagi pelestari budaya di Yogyakarta dan menjadi bagian penting dari pelestarian-pengembangan budaya di masa datang. Sebagai catatan, tahun 2017 terdapat 18 warisan budaya dari wilayah DI Yogyakarta ditetapkan sebagai warisan budaya nasional. Pencapaian tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 9 warisan budaya asal DI Yogyakarta yang ditetapkan sebagai warisan budaya nasional. Umar Priyono menjelaskan bahwa hubungan warisan budaya serta anugerah budaya menjadi salah satu penanda bagi posisi Yogyakarta berikut perkembangan budayanya.

"Kemajuan itu secara riil harus ditandai dengan tetenger yang bisa langsung dinikmati oleh masyarakat." kata Umar Priyono.

Pada pameran Anugerah Budaya 2017 dipamerkan foto-karya penerima penghargaan Anugerah Budaya. Jika pada tahun sebelumnya diberikan anugerah budaya dalam tiga kategori yakni Anugerah Budaya Seniman dan Budayawan, Anugerah Budaya Adat dan Tradisi, Anugerah Budaya Pelestari Cagar Budaya, mulai tahun ini diberikan Anugerah Budaya bagi Anak-Remaja Berprestasi Budaya.

Dalam pembukaan pameran Anugerah Budaya 2017 selain dimeriahkan dengan penampilan ensembel musik Ansamble Anak Nusantara pimpinan Dewi Kurniawati juga dilangsungkan bincang-bincang antara Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta dengan beberapa penggiat-pelestari budaya yang disiarkan oleh sebuah stasiun televisi swasta.

Perupa Putu Sutawijaya bersama sineas Ifa Ifansyah, sastrawan-budayawan Indra Tranggono, serta KRT. Purwadiningrat dengan pencapaiannya ditetapkan sebagai penerima Anugerah Budaya Seniman dan Budayawan. Sebuah lukisan yang dibuat Putu Sutawijaya tahun 2015 berjudul "Candi Plaosan" berukuran 170 cm x 190 cm turut dipamerkan bersama foto-foto aktivitasnya melukis di pelataran Candi Plaosan.

Penyerahan penghargaan Anugerah Budaya bagi Pelestari dan Penggiat Budaya Tahun 2017 yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Gubernur Pemda DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana X akan dilaksanakan di Kompleks Kepatihan, Jumat (8/9) malam.

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home