Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 09:00 WIB | Sabtu, 15 April 2017

Pameran Drawing "Draw Out" di Kebun Bibi

Ilustrasi: Poster pameran drawing "Draw Out" di Kebun Bibi, Jalan Minggiran 61. A/MJ II-Mantrijeron Yogyakarta, 18 April - 13 Mei 2017. (Foto: Kebun Bibi)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Mana yang lebih penting dalam penciptaan sebuah lukisan: unsur garis ataukah unsur warna? Pertanyaan sederhana itu sempat menjadi perdebatan antara pelukis Belanda Van Gogh dan Paul Gaugin.

Pendapat masing-masing seniman dapat dilihat dalam perkembangan lukisan yang mereka ciptakan. Dalam perkembangannya, perupa Pual Klee mampu meyakinkan publik seni rupa dan berjasa mengukuhkan drawing sebagai sebuah teknik menggambar otonom dalam disiplin ilmu seni rupa, khususnya seni lukis. Maka tak heran jika publik saat ini memandang drawing sebagai karya seni rupa tersendiri.

Beberapa waktu lalu pemilik studio New Miracle Print Syahrizal Pahlevi dalam obrolannya dengan satuharapan.com, Sabtu (11/3), menjelaskan bahwa membedakan “drawing” dengan “lukisan” kini sama susahnya karena sering kali drawing tampil atraktif dan meriah seakan tidak mau kalah dengan tampilan lukisan yang powerful dan canggih tekniknya.

Bertempat di Kebun Bibi, Jalan Minggiran 61. A/MJ II-Mantrijeron Yogyakarta, Kandang Ayam Project#1 mulai 18 April hingga 13 Mei 2017 akan menggelar pamerang drawing dengan tema Draw out melibatkan perupa Harun, Yanal Desmon Zendrato, Rizal Eka Praman, AB Raharja, Lestariono Sabta Wega, YM Fakri, Imam Dikozar, dan Diki Armawanto.

"Draw Out" yang menjadi tema diambil dari kata drag out (menarik). Dalam kajian seni rupa, garis terbentuk dari titik yang dihubungkan dengan titik yang lain. Titik pertama ditarik menuju titik selanjutnya.

Dalam prosesnya, menggambar (drawing) tidak terbatas pada coretan-coretan pensil, melainkan bisa dengan pointer “mouse” pada program drawing di komputer. Bahkan drawing tipografi terakhir menunjukkan bahwa media untuk menggambar tidak hanya terbatas pada kertas, melainkan bisa dilakukan di dinding, lembaran kayu, atau bisa juga pada kanvas imajiner dalam program digital. Dengan demikian, pendefinisian terhadap drawing yang luas tersebut bergantung pada tingkat kemajuan zaman dan disiplin ilmu.

Pameran drawing "Draw Out" akan dibuka pada 18 April 2017 pukul 19.00 WIB oleh Laksmi Sitaresmi.

Editor : Sotyati

Back to Home