Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Reporter Satuharapan 00:40 WIB | Jumat, 26 Oktober 2018

Pameran Fotografi “Melihat yang Tidak Terlihat” di Bentara Budaya Bali

Pameran Fotografi “Melihat yang Tidak Terlihat” di Bentara Budaya Bali
Foto-foto: Bentara Budaya Bali
Pameran Fotografi “Melihat yang Tidak Terlihat” di Bentara Budaya Bali
Pameran Fotografi “Melihat yang Tidak Terlihat” di Bentara Budaya Bali

GIANYAR, SATUHARAPAN.COM - Sebuah pameran fotografi bertajuk “Melihat yang Tidak Terlihat” digelar di Bentara Budaya Bali (BBB), Jl. Prof. Ida Bagus Mantra No.88A, bypass Ketewel, Gianyar. Karya yang dihadirkan merupakan hasil foto-foto saat produksi film Sekala Niskala (2017). Sang fotografer Sofyan Syamsul, menyuguhkan foto-foto tersebut dalam visual hitam putih yang puitik klasik. 

Pameran akan dibuka secara resmi pada Jumat (26/10) oleh Kamila Andini, sutradara film Sekala Niskala (Seen and Unseen). Filmnya sendiri telah memeroleh berbagai penghargaan internasional. Antara lain Grand Prize kategori Generation Kplus International Jury untuk film berdurasi panjang terbaik di Berlin International Film Festival 2018, Asian Pasific Screen Award untuk kategori film remaja terbaik, Film Terbaik di Tokyo FILMeX 2017, dan Film Terbaik di Festival Film Asia Netpac Jogja.

Turut memaknai pembukaan, ditampilkan pula persembahan tari karya koreografer Ida Ayu Arya Satyani berkolaborasi dengan Ayu Laksmi, Ni Kadek Thaly Titi Kasih, dan Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena. 

Sebagaimana tajuk yang diusung, “Melihat yang Tidak Terlihat”, pameran foto ini menjanjikan sejumlah kemungkinan. Mengajak publik untuk menelusuri atau terlibat lebih mendalam perihal proses penciptaan film, berikut adegan tertentu yang boleh jadi tidak pernah hadir di dalam tayangan film, termasuk juga scene-scene yang bernasib malang berakhir di meja editing.

Berlangsung hingga 5 November 2018 mendatang, eksibisi ini menampilkan 27 foto terpilih. Sofyan Syamsul mengungkapkan bahwa pameran ini membongkar catatan-catatan hasil dari mengamati sebuah penciptaan film. Catatan ini bisa digunakan untuk melihat kembali yang tidak terlihat di layar ketika film selesai. 

Sebagai fotografer profesional Sofyan Syamsul telah terlibat sebagai still photographer dalam berbagai film. Antara lain film Memburu Harimau, Sepatu Baru, Ada Apa Dengan Cinta? 2, Athirah, Kulari ke Pantai dan The Seen and Unseen. 

Secara khusus Sofyan Syamsul juga akan berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang Still Photogaphy pada program Kelas Kreatif Bentara yang dijadwalkan berlangsung Minggu (04/11). 

Mendengar yang Tidak Terdengar

Film Sekala Niskala (Seen and Unseen), disutradarai Kamila Andini, telah ditayangkan khusus atau special screening di Bentara Budaya Bali pada bulan Februari 2018 lalu, selaras program Sinema Bentara “Dunia Batin Kamila Andini”, dihadiri sekitar 700 penonton, dan dilanjutkan dengan bincang proses kreatif. Sekala Niskala juga telah diputar di Toronto International Film Festival (TIFF) tahun 2017, juga di festival-festival film lainnya seperti di Busan, Jepang, Singapura, Dubai, dan lain-lain.

Serangkaian pameran fotografi “Melihat yang Tak Terlihat”, diadakan pula workshop bersama penulis dan sutradara Kamila Andini, Selasa (30/10). Selain berbagi pengalaman dan pemahaman perihal perjalanan kreatifnya sejak pembuatan film cerita pertamanya “The Mirror Never Lies (2011)” sampai Sekala Niskala (2017).

Akan dibincangkan pula latar filmnya yang kaya akan tradisi lokal nusantara, berikut penyikapan kreatif atas cerita mistis ataupun mitos yang hidup hingga kini dalam masyarakat tertentu di Nusantara, semisal kehidupan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara; kisah anak kembar buncing di Bali, tak ketinggalan kisah kelam perempuan di Timor Leste semasa perjuangan merebut kemerdekaan.

Di sisi lain, akan ditelisik perihal dunia film yang merupakan wahana strategis guna menyampaikan seruan kesadaran kepada generasi muda, perihal lingkungan, kemanusiaan atau kebangsaan. (PR)

 

Back to Home