Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 09:37 WIB | Minggu, 29 April 2018

Pameran Lukisan "Segi" di Galeri R.J. Katamsi

Pameran Lukisan "Segi" di Galeri R.J. Katamsi
Pameran tugas akhir karya Dyah Ayu Santika Dewi bertema "Kartu Tarot" di Galeri R.J. Katamsi ISI Yogyakarta, 23-28 April 2018. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi).
Pameran Lukisan "Segi" di Galeri R.J. Katamsi
Karya tuga akhir Mustafa Kembar Mayang dengan tema "Lingkungan Hidup di Dusun Jeblog".
Pameran Lukisan "Segi" di Galeri R.J. Katamsi
Kami Masih Berjuang - cat akrilik dan drawing pena di ats kanvas - Mustafa Kembar Mayang - 2018.
Pameran Lukisan "Segi" di Galeri R.J. Katamsi
Bencana Alam- akrilik di atas kanvas - 70 cm x 95 cm - Irwan Avianto - 2018

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Tiga mahasiswa jurusan Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta angkatan 2011 memamerkan karya tugas akhirnya di Galeri R.J. Katamsi, 23-28 April 2018. Dyah Ayu Santika Dewi, Irwan Avianto, dan Mustafa Kembar Mayang, mempresentasikan proses penciptaan karya yang dibuatnya.

Ketiganya memamerkan masing-masing dua puluh karya lukisan sesuai tema tugas akhirnya. Dewi menjadikan kartu tarot sebagai inspirasi penciptaan karyanya, memedi sawah dijadikan obyek karya Irwan , sementara lingkungan hidup yang menjadi keseharian Mustafa di Dusun Jeblog-Tirtonirmolo sebagai eksplorasi karya tugas akhirnya.

"Kendala yang kerap dihadapi dalam penciptaan tugas akhir lebih pada fokus eksekusi karya." jelas Irwan saat ditemui satuharapan.com, Sabtu (29/4). Bisa dipahami, intensitas-aktivitas serta dinamika dunia seni rupa di Yogyakarta yang begitu beragam kerap menggoda dan memecah konsentrasi para mahasiswa menyelesaikan tugas studinya, meskipun sebenarnya beragamnya perjalanan yang dilaluinya tidak jarang memperkaya perspektif, wawasan, dan juga proses berkarya.

Pemilihan tema karya tugas akhir kerap berhubungan dengan proses eksekusi serta pilihan teknik. Dengan mengangkat makna simbol yang berhubungan dengan tarot dan Bali dengan berbagai hal mitos, ritual,dan kesenian di Bali, sapuan kuas (brush stroke) dalam karya lukisan Dewi relatif lebih menonjol mengingat obyek karya lebih mudah didekati dengan teknik tersebut.

Dua puluh karya lukisan Mustafa dengan sentuhan drawing yang mengangkat isu lingkungan di sekitar tempat tinggalnya secara artitisk-estetik cukup menarik. Krisis lingkungan yang terjadi yang ditangkapnya sudah sampai pada tahap yang serius dan mengancam keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, direkam dalam karya painting-drawing yang berwarna-warni. Karya drawing terkesan lebih impresif manakala disajikan dalam imaji monochrome ataupun sedikit warna.

Eksplorasi Irwan pada memedi sawah sebagai sebuah karya tugas akhir sifatnya lebih personal, meskipun tidak terhindarkan ketika tersaji dalam sebuah karya akan membangun gambaran yang beragam sesuai pengalaman-pengalaman yang pernah dialami masing-masing orang: kesan mistis, estetika, atau sekedar fungsional semata. Dalam satu tema memedi sawah, setiap karya Irwan relatif bisa menceritakan dirinya sendiri tanpa harus keluar dari tema yang dipilihnya.

Pameran tugas akhir jurusan Seni Rupa ISI Yogyakarta yang menjadi bagian dari kewajiban mahasiswa untuk menyelesaikan studinya ketika dihelat di sebuah galeri/ruang seni sesungguhnya strategis bagi perkembangan edukasi, presentasi, sekaligus apresiasi seni itu sendiri.

 

Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home