Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Reporter Satuharapan 16:53 WIB | Senin, 18 November 2019

Pameran "Ragam Budaya Papua" Mengenal Budaya Papua

Patung leluhur masyarakat Papua yang dipamerkan dalam kegiatan "Ragam Budaya Papua" di Sarinah Thamrin Plaza, Jakarta. Pameran yang digelar mulai Senin (18/11/2019) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu berlangsung pada 18 November hingga 18 Desember 2019. (Foto: Antara/Aubrey Kandelila Fanani)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pameran "Ragam Budaya Papua" yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Sarinah Thamrin Plaza pada 18 November hingga 18 Desember ingin mengajak masyarakat luas untuk mengenal Papua, kata pejabat kementerian itu.

Kasubdit Diplomasi Dalam Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yayuk Sri Budi Rahayu mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan Papua dari sisi kebudayaannya.

"Salah satunya mengenalkan noken lebih dekat, yang telah menjadi warisan budaya UNESCO dan juga berkenalan dengan empat orang maestro seni budaya Papua," katanya saat pembukaan pameran tersebut di Jakarta, Senin (18/11).

Noken adalah tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu yang digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat Papua biasanya menggunakannya untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar. Karena keunikannya yang dibawa dengan kepala , pada 4 Desember 2012 noken khas masyarakat Papua ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda UNESCO

Yayuk mengatakan kegiatan itu merupakan strategi diplomasi dan upaya menguatkan ketahanan budaya Indonesia.

Ia mengemukakan bahwa Papua memiliki sebanyak 38 budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kemudian empat pegiat budaya Papua telah menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemendikbud.

Sebanyak 10 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Papua hadir untuk memperkenalkan produk-produk asli Papua, mulai dari kopi, kain, noken hingga minyak buah merah Papua.

Tak hanya pameran berbagai acara pun digelar dalam kegiatan itu seperti gelar wicara, lokakarya, dan lainnya, hal ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keragaman budaya dan melihat perspektif budaya masyarakat Papua kepada masyarakat Indonesia.

"Dengan kegiatan pameran tersebut masyarakat semakin mengenali budaya unik Papua yang selama ini jarang diketahui oleh publik," demikian Yayuk Sri Budi Rahayu. (Ant)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home