Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 11:43 WIB | Selasa, 24 Oktober 2017

Pameran Seni Kriya Mahasiswa "Avant Garde"

Pameran Seni Kriya Mahasiswa "Avant Garde"
Karya kriya berjudul "Many people many problems" (Widi Benang) dalam pameran seni kriya "Surprise 11: Avant Garde" di Bale Banjar Sangkring Nitiprayan No 88, Ngestiharjo, Kasihan - Bantul, 23-26 Oktober 2017. (Foto-foto- Moh. Jauhar al-Hakimi)
Pameran Seni Kriya Mahasiswa "Avant Garde"
"Kami Juga Butuh Kalian" | Reza al-Finzah | brass mix wood.
Pameran Seni Kriya Mahasiswa "Avant Garde"
"Perbedaan bukan Perbudakan" | Ahmad Kurnia Timur | stoneware.
Pameran Seni Kriya Mahasiswa "Avant Garde"
"Abereaksi" | Yuni Kriya | tekstil-mix media.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Forum Komunikasi Mahasiswa Kriya Indonesia (FKMKI) yang mewadahi mahasiswa kriya Indonesia untuk mengembangkan kreativitas pada 23-26 Oktober 2017 menggelar pameran seni kriya Surprise 11. Pameran yang telah berlangsung sebelas kali ini mengangkat tema "Avant Garde" melibatkan mahasiswa jurusan seni kriya dari 10 perguruan tinggi ISI Surakarta, ISI Padang Panjang, ISBI Aceh, ISI Denpasar, UNS Surakarta, IKJ Jakarta, Univ. Brawijaya, UNY Yogyakarta, serta ISI Yogyakarta.

Setelah dilakukan kurasi dari 134 karya yang diajukan, 43 karya seni kriya dipamerkan dari berbagai medium mulai kayu, tekstil, keramik, logam, kaca, serta mix media.

Pameran yang dibuka oleh rektor ISI Yogyakarta Agus Burhan Senin (23/10) malam di Sangkring art space diawali dengan peragaan busana karya desainer mahasiswa yang lebih banyak mengeksplorasi karya batik.

Dalam sambutannya, Agus Burhan berharap mahasiswa dan seniman terus mengeksplorasi ide, gagasan, maupun teknik agar selalu muncul karya-karya dan pemikiran untuk lahirnyanya tradisi-tradisi baru (tradition of the New) yang biasa dikenal dengan tradisi Avant Garde.

Banyak tawaran ide-gagasan baik karya tunggal maupun karya kolaboratif yang berawal dari hal-hal sederhana. Widi Benang dalam karya "Many people many problems" yang secara sederhana mengeksplorasi benang di atas kanvas bermain dalam tataran filosofis bahwa hidup itu sendiri adalah problem/masalah yang harus dihadapi apapun kenyataannya.

Karya keramik banyak mengangkat realitas sosial hari ini semisal "Perbedaan bukan Perbudakan" karya Ahmad Kurnia Timur, "Rakus" karya Dyah Retno Fitriani yang menginstalasi karya berbentuk donat dalam priramida makanan: makan dan makanan sebagai sebuah eksistensi, status sosial, ataupun gaya hidup. Karya lucu-imajinatif-penuh semangat "Tresna kabeh marang kawula muda" karya Teri Hariyanto, sebuah ajakan bagi generasi muda cukup menggelitik. Sementara Mochamad Pamedar Hardiyanto dalam karya "Woman" tanpa banyak narasi-ilustrasi, pengunjung bisa menyaksikan sebuah karya yang memiliki kedalaman rasa.

Yuni Kriya yang terdiri dari lima seniman dalam karya berjudul "Aberekasii" dengan teknik jumputan (tie dye) pada media tekstil membuat karya instalasi yang cukup menarik. Selain batik, jumputan cukup potensial untuk dikembangkan dalam ranah industri kreatif: pola acak yang unik, warna maupun perpaduan warna yang impresif, multi fungsi secara estetis dan fungsional.

Selain pameran, selama pameran Surprise 11 digelar pula diskusi-bedah karya, workshop, perform delegasi, serta city tour.

Pameran seni kriya "Surprise 11: Avant Garde" akan berlangsung hingga 26 Oktober 2017 di Bale Banjar Sangkring Jalan Nitiprayan No 88, Ngestiharjo, Kasihan - Bantul.

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home