Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 15:30 WIB | Rabu, 12 April 2017

Pameran Seni Rupa "Jogja Smart City" Siap Digelar

Ilustrasi poster pameran seni rupa Jogja Smart City di Taman Budaya Yogyakarta, 17-23 April 2017. (Foto: Bledang-Blendung Studio)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kehidupan kota modern yang serba cepat, dinamis, serta hiruk-pikuk telah menjadikan kota sebagai cultural epicentrum, medan magnet yang sangat kuat, menarik setiap orang untuk berhijrah. Masyarakat berbondong-bondong dari kampung-kampung sunyi menuju kota yang berkilauan, dari kota - kota kecil menuju kota megapolitan. Arus urbanisasi menjadi tidak terhindarkan.

Bledang-Blendung Studio yang didirikan oleh perupa Greg Susanto dan Ahmad Santosa menangkap fenomena tersebut dan mencoba mengangkat permasalahan perkotaan yang menjadi tanggung jawab seluruh warganya dalam perhelatan pameran seni rupa bertajuk “Jogja Smart City”.

“Dalam Pameran seni rupa Jogja Smart City ini, kami mengajak para perupa muda serta perupa lainnya dalam interpenetrasi pengalaman estetik dari permasalahan kota.” kata ketua panitia Yundhi Pra pada satuharapan.com Rabu (12/4).

Perupa muda terlibat  diantaranya Kadafi, Tatang Maruto, Ahmad Santosa, Andi hartono, Yundhi Pra, dan diundang perupa yang sudah eksis dalam kesenian di Yogyakarta semisal Yayat Surya, Made Toris Mahendra, Joko Gundul. Pameran "Jogja Smart City" juga mengajak perupa perempuan yang mulai merambah dunia film yaitu Ika Umi Hayati.

Selain karya rupa dua dimensi, pameran "Jogja Smart City" akan menampilkan pula karya instalasi yang lebih banyak mengangkat permasalahan alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan-permukiman, perkantoran, ataupun pusat perbelanjaan modern "menjawab" kebutuhan lahan bagi perkembangan kota modern sehingga berdampak pada berkurangnya ruang terbuka hijau, daerah resapan air, hingga potensi hilangnya mata pencaharian petani dengan dunia pertaniannya.

Pameran yang akan berlangsung sampai 23 April 2017 di Taman Budaya Yogyakarta akan dibuka pada Senin (17/4) malam dengan menampilkan perform musik Sri Krisna, pertunjukan wayang kulit dengan lakon Walisanga Reborn, serta perform kolaborasi instalasi-video. Selama pameran diramaikan dengan bazaar dan bursa buku.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home