Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 21:35 WIB | Rabu, 11 Januari 2017

Panglima TNI: Cinta Kasih Landasan Kerukunan Beragama

Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada acara perayaan Natal bersama TNI Tahun 2016 di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, hari Rabu (11/1). (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak semua umat beragama di Indonesia bersaing untuk saling menyebarkan cinta kasih dengan sesama manusia dalam rangka kerukunan umat beragama.

“Saya yakin Indonesia makin indah dan makin damai,  inilah sebenarnya hal mendasar dari peringatan Natal Bersama TNI tahun 2016,” kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada acara perayaan Natal bersama TNI Tahun 2016 di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, hari Rabu (11/1).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa, betapa indahnya hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

“Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, sungguh luar biasa, pasti yang menyusun Pancasila ini mendapat petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa, karena pada intinya semua agama mengajarkan kasih sayang,” kata dia.

Panglima TNI mengatakan bahwa, Natal memiliki dimensi sosial dan kesetiakawanan bukan hanya sekedar slogan kosong, namun harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini nyata bahwa kehidupan kita di Indonesia, manakala terjadi bencana tanpa diperintah semua golongan datang bersama-sama membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Ini semua suatu hal yang indah dan harus kita lestarikan dalam kehidupan,” kata dia.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Natal tahun 2016 dan Selamat Tahun Baru 2017. Semoga di tahun 2017 ini, kita dapat lebih mewujudkan kerja dan pengabdian yang terbaik hanya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat-sangat kita cintai”.

 Pada perayaan Natal Bersama TNI tahun ini, diberikan bingkisan Natal kepada 300 anak yatim dari Yayasan Bersinar Tunas Bangsa (Panti Asuhan Bersinar), Yayasan Fajar Baru, Yayasan SOS Chilldren Villages (Desa Teruna), Pondok Taruna dan Panti Asuhan Sinar Pelangi (Pusat Rehabilitasi dan Penyandang Cacat).

Perayaan Natal Bersama TNI yang dihadiri sekitar 3.000 prajurit dan PNS TNI di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, mengangkat tema “Jadikan Peringatan Natal 2016 Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Keimanan dan Ketakwaan Yang Melandasi Pengabdian Untuk Mewujudkan Prajurit TNI Hebat, Profesional dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian”.

Dalam rangkaian acara Natal Bersama TNI tahun 2016, saat memasuki GOR Ahmad Yani, Panglima TNI beserta rombongan disambut Tarian Papua dari Suku Asmat ‘E Manbo Simbo’. Tarian ini menggambarkan luapan kegembiraan menyambut panglima perang yang berjuang dan kembali ke kampung halamannya.

Natal Bersama TNI tahun 2016 diisi dengan Puji-Pujian dan hiburan pada Ibadah Natal, sedangkan Perayaan Natal Bersama TNI  dimeriahkan oleh Paduan Suara Gabungan TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Thalita Ensamble, Sari Somorangkir, Nobo Idol  dan Vocal Group Angini Voice (Isteri Pati TNI).

Sebelum perayaan Natal Bersama TNI, pada pukul 07.00 WIB  terlebih dahulu diadakan Ibadah Natal oleh segenap umat Kristiani, khotbah dibawakan oleh  Pastor Nolascus Harsantyoko, O. Carm dan Pesan Natal disampaikan oleh Pdt. Dr. HWB. Sumakul, M.Th (Ketua Sinode GMIM) pada saat Perayaan Natal.

Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan usai perayaan Natal Bersama TNI tahun 2016, Panglima TNI mengatakan bahwa semua agama mengajarkan kasih dan sayang bukan hanya kepada manusia saja, tetapi kepada alam semesta.

“Kalau semua umat yang hidup di Indonesia menerapkan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa  dan ajaran agamanya, alangkah indahnya bangsa ini, karena tidak ada lagi orang yang berbicara kasar,” kata dia.

Terkait pencopotan Dandim 0603 Lebak Letkol Czi Ubaidillah dari jabatannya, Panglima TNI menegaskan bahwa itu adalah kesalahan prosedur, karena tidak melaporkan kepada atasan langsung.

“Pencopotan Dandim merupakan murni kesalahan prosedur karena tidak melaporkan kepada pimpinan sesuai tingkatan, hal itu tidak dilakukannya,” katanya.

Menyikapi pemberitaan di media bahwa Panglima TNI mendapat teguran dari Presiden RI Joko Widodo terkait pemutusan hubungan kerja sama militer antara TNI dengan ADF. “Saya tegaskan bahwa teguran itu tidak ada dan itu hoax,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasum TNI Lakdya TNI Dr.  Didit  Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Danjen Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, Dansesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo, para Asisten Panglima TNI dan Pati di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, S.Sos., M.M selaku Penanggung Jawab Natal Bersama TNI, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaol selaku Ketua Panitia Natal dan Kababek TNI Brigjen TNI Fabian Albert Embran selaku Wakil Ketua. (PR)

Editor : Eben E. Siadari