Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 17:20 WIB | Rabu, 27 Desember 2017

Papua Nugini: Israel Tetap Teman Baik Kami

Menlu Papua Nugini, Rimbink Pato (Foto: The National)

PORT MORESBY, SATUHARAPAN.COM - Menteri Luar Negeri  dan Imigrasi Papua Nugini, Rimbink Pato, menegaskan bahwa negaranya tetap berteman baik dengan Israel walaupun negara itu memilih untuk mendukung resolusi PBB menolak sikap AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Papua Nugini merupakan satu dari 128 negara yang memberi suara ya terhadap resolusi PBB, yang membuat banyak orang di Papua Nugini "marah" dan mempertanyakan sikap pemerintah mereka yang tidak mengambil posisi mendukung AS. Padahal, PNG dikenal bersahabat dengan AS dan Israel. Israel terutama, banyak memberikan bantuan ekonomi kepada Papua Nugini.

Menanggapi hal ini, Menlu PNG memberikan klarifikasi sikap negaranya.

Menurut dia, Papua Nugini tidak mengambil sikap apa pun terhadap isu apakah Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Melainkan PNG ingin membantu proses perdamaian dengan membawa Palestina ke dalam perdamaian tanpa terganggu oleh isu ibukota negara," kata dia, dikutip dari media Papua Nugini, LOOP.

"Papua Nugini adalah teman baik AS, dan kami tidak ikut bergabung menyerang AS  pada sidang WTO baru-baru ini, melainkan menekankan sejumlah titik positif dalam bagian kebijakan AS," kata Pato.

"Papua Nugini telah lama menjadi teman baik Israel dan sangat mendukung hak Israel membela dirinya sendiri dalam perdamaian. Kebijakan luar negeri Papua Nugini adalah berteman dengan semua, tidak menjadi musuh siapa-siapa, dan berhubungan dengan semua bangsa dengan cara bersahabat," kata dia.

Atas resolusi PBB yang tidak mengikat tersebut, sebanyak sembilan negara mendukung AS, yaitu Guatemala, Honduras, Israel, Marshall Islands, Republik Federal Micronesia, Nauru, Palau dan Togo. Sedangkan 35 negara memilih abstain, termasuk sejumlah negara Pasifik seperti Australia, Fiji, Kiribati, Tuvalu dan Vanuatu. Sebanyak 21 negara memilih tidak hadir secara fisik pada pemungutan suara. Selebihnya, sebanyak 128 negara mendukung resolusi untuk menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home