Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:09 WIB | Sabtu, 20 April 2019

Para Aktivis Desak Pendekatan Baru Malnutrisi Akut Sudan Selatan

Agop Manut (11 bulan), yang menderita malnutrisi akut dirawat di klinik Dokter Tanpa Tapal Batas di Bahr al Ghazal, Sudan Selatan (Foto: Voaindonesia.com)

SUDAN SELATAN, SATUHARAPAN.COM – Tiga perempat lebih dari satu juta anak Sudan Selatan, di bawah usia lima tahun, diperkirakan menghadapi kekurangan gizi akut tahun ini, demikian menurut Komite Penyelamatan Internasional (IRC).

Juru bicara baru IRC, aktris Hollywood, Mia Farrow, pekan lalu kembali dari Negara Bagian Unity di Sudan Selatan, dan menyaksikan secara langsung bagaimana IRC menggunakan pendekatan baru yang dapat mengobati jutaan anak yang kekurangan gizi, selama dekade berikutnya dibandingkan model perawatan global saat ini.

Ia mencatat, Negara Bagian Unity sangat terpukul oleh pertempuran selama konflik lima tahun di Sudan Selatan. Banyak warga terpaksa meninggalkan rumah dan ladang mereka di mana mereka seharusnya bercocok tanam, untuk memberi makan keluarga.

"Sudan Selatan berada di ambang kelaparan. Ini benar-benar bencana alam dan kemanusiaan, warga benar-benar kelaparan," kata Farrow, yang dilansir Voaindonesia, pada Sabtu (20/4) .

Aktris itu mengatakan, bertemu banyak orang yang menggambarkan betapa sulitnya mencari makanan untuk keluarga mereka.

"Hal yang menggembirakan adalah bertemu para perempuan, yang menjadi relawan dan bekerja dalam komunitas mereka untuk mengatasi beberapa penyakit yang umum dihadapi anak-anak," kata Farrow dan itu termasuk penyakit seperti pneumonia dan diare.

"Saya menganggap mereka sebagai pahlawan, karena benar-benar berkomitmen pada komunitas mereka. Anak-anak dibawa kepada mereka dan mereka sangat cakap, cepat dan efektif mengatasi masalah umum ini," kata Farrow.

Namun Farrow mengatakan, para relawan tidak diizinkan untuk merawat malnutrisi.

Program Pangan Dunia yang dikelola AS dan UNICEF,  mengambil alih tugas itu bertahun-tahun yang lalu dan merawat anak-anak di klinik.

 

Back to Home