Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 23:25 WIB | Rabu, 06 Desember 2017

Pasar Keroncong Kotagede: Gotong Keroncong Bebarengan

Pasar Keroncong Kotagede: Gotong Keroncong Bebarengan
Temu media PKK 2017 menghadirkan nara sumber Djaduk Ferianto, perwakilan OK Kharisma, dan Dinas Pariwisata DIY, Rabu (6/12). (Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi)
Pasar Keroncong Kotagede: Gotong Keroncong Bebarengan
Poster Pasar Keroncong Kotagede 2017 yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2017 di seputaran Kotagede-Yogyakarta. (Foto: panitia PKK 2017)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - "Apa artinya tepuk tangan tanpa saweran?" Selorohan humor tersebut dilontarkan Yati Pesek saat tampil di panggung Loring Pasar pada Pasar Keroncong Kotagede tahun lalu. Keroncong sebagai musik asli Indonesia hingga saat ini masih dianggap sebagai musik klangenan bagi pelakunya sehingga tidak terlalu berkembang dan belum dilirik oleh kaum muda dibanding jenis musik lainnya. 

Tahun 2017 Pasar Keroncong Kotagede (PKK) kembali dihelat di sekitar kawasan yang memiliki sejarah cukup panjang, baik dalam budaya maupun adat istiadat masyarakatnya. Dalam perjalanannya sejak tahun 1920-an musik keroncong telah berkembang di Kotagede. Perkembangan keroncong di Kotagede mengalami akulturasi-asimilasi sehingga tercipta sedemikian banyak genre keroncong yang berkembang yang bahkan turut mempengaruhi gaya hidup warga: musik keroncong yang nyamleng (rasa enak dan nyaman yang tidak terdefinisikan secara kata/kalimat), gembira, selo (santai).

PKK 2017 akan dilaksanan pada Sabtu (9/12) malam di tiga panggung. Dalam acara temu media yang dilaksanakan di Pendapa Kedai Kolega, Jogjatorium, Dagadu Djogja pada Rabu (6/12) dihadiri narasumber dari Dinas Pariwisata Pemda DIY, perwakilan orkes keroncong (OK) Kharisma, serta salah satu inisiator PKK Djaduk Ferianto. Djaduk menjelaskan bahwa dengan membawa tagline “Gotong Keroncong Bebarengan” diharapkan kaum muda bisa ikut menyukai musik keroncong dan bersama-sama melestarikan musik asli Indonesia.

"Sekitar 70% musisi yang tampil di tiga panggung adalah anak-anak muda. Ini cukup menggembirakan." jelas Djaduk. Dari line-up yang akan tampil tercatat OK Lolycong dan OK Smindo dari Sekolah Menengah Musik Yogyakarta, serta OK Univ. Negeri Yogyakarta. Ketiga OK yang beranggotakan anak-anak muda akan berbagi panggung bersama OK Dara, OK Berangkat, Keroncong Kilat, OK Sakit Hati, OK Depasko, OK Sebrang, Komunitas Keroncong Nusantara.

Melanjutkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya spirit PKK adalah spirit komunitas/warga. sehingga yang terlibat adalah masyarakat mulai tukang becak, tukang parkir, bakul sayur di pasar, pak RT, warga, semua bisa masuk pada kegiatan PKK 2017. 

Tiga panggung di seputaran Pasar Kotagede disiapkan untuk menampilkan empat belas orkes keroncong dari Kotagede dan luar Yogyakarta yang akan tampil serempak dimulai pada pukul 19.00 WIB sampai selesai. Ketiga panggung tersebut adalah Panggung Loring pasar yang terletak di utara Pasar Kotagede, Panggung Sopingen yang berada di depan Pendopo Sopingen, serta Panggung Kajengan di utara Masjid Perak. Pembukaan (opening ceremony) akan dihelat di Panggung Loring Pasar.

Tiga bintang tamu akan berkolaborasi dengan orkes keroncong pada penampilannya. Ketiga bintang tamu tersebut adalah Sruti Respati yang akan bergabung dengan Keroncong Agawe Santosa, Hannah Standford dengan OK Kharisma, serta Dony Koeswinarno dengan OK Indonesiaku. Orkes musik Kelompok Swara Ratan direncanakan akan menutup keseluruhan acara PKK 2017 di panggung Loring Pasar.

 
Back to Home