Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 17:20 WIB | Sabtu, 29 Februari 2020

Patung Dinosaurus di London Masuk Daftar Ikon Budaya Terancam

Patung Dinosaurus di London Masuk Daftar Ikon Budaya Terancam
Pemandangan di Historic England di Crystal Palace Park. (Foto-foto: historicengland.org.uk)
Patung Dinosaurus di London Masuk Daftar Ikon Budaya Terancam
Dua patung Pterodactyle (hidup 228-66 juta tahun lalu).
Patung Dinosaurus di London Masuk Daftar Ikon Budaya Terancam
Dua patung Iguanodon (hidup 140-124 juta tahun lalu).
Patung Dinosaurus di London Masuk Daftar Ikon Budaya Terancam
Megalosaurus (hidup 168-166 juta tahun lalu).
Patung Dinosaurus di London Masuk Daftar Ikon Budaya Terancam
Patung Teleosaurus.
Patung Dinosaurus di London Masuk Daftar Ikon Budaya Terancam
Kepala Hylaeosaurus dalam panorama Historic England.

LONDON, SATUHARAPAN.COM - Sebanyak 30 patung dinosaurus dan hewan punah lainnya dengan ukuran asli yang telah menghibur para pengunjung selama 166 tahun di Crystal Palace Park, London, pada Jumat (28/2) ditetapkan sebagai ikon budaya yang terancam.

Historic England, sebuah lembaga publik yang disponsori oleh pemerintah dan bertugas melindungi lingkungan bersejarah di Inggris, memasukkan patung-patung tersebut dalam Daftar Warisan Budaya yang Terancam (Heritage at Risk Register) yang disusun oleh badan tersebut. Patung-patung itu sendiri sebelumnya sudah masuk daftar Tingkat II.

Badan kebudayaan resmi itu mengungkapkan terdapat sejumlah retakan besar pada bodi dan anggota tubuh beberapa patung dinosaurus. Jari kaki, gigi, dan ekor patung-patung itu juga terancam patah.

"Penyebab kerusakan masih belum diketahui, namun diduga akibat pergerakan tanah di sejumlah pulau buatan yang menjadi 'rumah' makhluk-makhluk tersebut, juga perubahan tingkat ketinggian air di danau-danau yang mengelilinginya," ungkap Historic England.

Dengan memasukkan patung-patung yang sangat dicintai itu ke dalam daftar warisan budaya yang terancam, Historic England telah meningkatkan kesadaran terhadap buruknya kondisi karya tersebut serta berfokus pada upaya perbaikan dan konservasinya.

Patung-patung menakjubkan itu merupakan hasil karya Benjamin Waterhouse Hawkins, salah seorang seniman sejarah alam terbaik pada zaman Victoria.

Pada masa pembuatan patung-patung tersebut tahun 1850-an silam, makhluk-makhluk aneh itu menjadi pemandangan yang luar biasa. Istilah dinosaurus sendiri baru ditemukan 10 tahun sebelumnya.

"Mereka mewakili kecanggihan ilmu pengetahuan pada zaman itu, meskipun menurut pemahaman saat ini dinosaurus-dinosaurus itu dianggap tidak akurat. Mereka membantu menuturkan kisah bagaimana ilmu pengetahuan berkembang, dan interpretasinya meningkat, dengan data, analisis, dan penelitian yang lebih baik," papar Historic England.

Hewan-hewan itu ditata berdasarkan urutan kronologis, dari hewan darat tertua yang diketahui dari fosil-fosil yang ditemukan pada Zaman Victoria, seperti Dicynodon, hingga ke spesies-spesies paling baru, mamalia Zaman Es yang sudah punah, misalnya Rusa Raksasa dan Kungkang Darat Raksasa.

Patung-patung tersebut dipasang di tiga pulau dan di danau-danau yang berada di bagian selatan taman itu, mengindikasikan lenyapnya bentang alam yang kemungkinan menjadi tempat hewan-hewan tersebut berkeliaran saat masih hidup.

Sebuah proyek baru telah direncanakan untuk membangun jembatan ke pulau-pulau tersebut guna memberikan akses kepada pengunjung untuk melihat lebih dekat.

"Makhluk-makhluk menakjubkan ini dalam keadaan rusak dan membutuhkan upaya konservasi yang signifikan. Kami tidak ingin mereka punah lagi," imbuh Duncan Wilson, CEO Historic England. (Xinhua)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home