Loading...
HAM
Penulis: Bayu Probo 13:19 WIB | Jumat, 31 Juli 2015

Paus Fransiskus Didesak Adili Uskup Agung Lindungi Pelecehan

Misa Paskah di Basilika St Petrus, Roma (Foto: The Telegraph)

AMERIKA SERIKAT, SATUHARAPAN.COM – Para imam, suster dan pengacara kanon yang mengadvokasi korban pelecehan mendesak Paus Fransiskus pada Rabu (29/7) agar menggunakan pengadilan Vatikan—baru dibentuk untuk mengadili uskup yang lalai—untuk menyelidiki Uskup Agung Newark, New Jersey, yang telah lama dituduh melindungi imam pelaku pelecehan seksual.

Permohonan ini datang di tengah Fransiskus mempersiapkan untuk kunjungan pertamanya ke AS pada September, perjalanan yang akan berlangsung dengan latar belakang kasus luas skandal pelecehan seksual. Krisis muncul pada 2002 dengan kasus satu imam pedofil di Keuskupan Agung Boston sebelum menyebar secara nasional, dan kemudian melanda Gereja Katolik Roma.

Para pegiat advokasi yang menyebut diri mereka Catholic Whistleblowers, mengatakan mereka akan mengajukan bukti ke Vatikan bahwa Uskup Agung John Myers telah terus-menerus memusuhi orang-orang yang mengajukan tuduhan pelecehan. Myers juga membiarkan pastor yang bersalah dalam tindak pelecehan tetap bekerja di paroki di Keuskupan Agung Newark dan sebelumnya ditempatkan sebagai uskup Peoria, Illinois. Myers telah berulang membela diri dengan mengatakan bahwa ia telah menggeser imam yang bersalah. Namun, tapi ia harus menghadapi penyingkapan kenyataan masih ada kasus di dua negara bagian di bawah koordinasi keuskupan agung Newark.

 “Ketika Paus Fransiskus bulan lalu mengumumkan pengadilan baru, langsung—dalam waktu 24 jam—kami katakan, ‘Myers akan menjadi salah satu yang diadili,’” kata Pendeta James Connell, seorang pengacara kanon dan pensiunan pastor dari Milwaukee, yang merupakan bagian dari kelompok whistleblower. “Ini adalah tempat untuk memulai.”

Tiga keuskupan Amerika—Gallup, New Mexico, Milwaukee dan St Paul dan Minneapolis—mengajukan diri di pengadilan kebangkrutan berusaha membatasi ganti rugi dengan korban dan menyelamatkan aset gereja. Keuskupan Agung St. Paul dan Minneapolis sedang dituntut atas tuduhan gagal melindungi anak-anak dari seorang imam yang sekarang dihukum. Dan, Keuskupan Honolulu menghadapi tuntutan baru setelah parlemen Hawaii sementara menghapuskan batas waktu tuntutan hukum atas pelecehan seks anak .

Francesco Cesareo, presiden Assumption College di Worcester, Massachusetts, dan Kepala Badan Ulasan Nasional—panel yang dibentuk oleh para uskup AS untuk memantau keselamatan anak di keuskupan—mengungkapkan bahwa pertanggungjawaban uskup adalah masalah yang paling mendesak untuk memulihkan kepercayaan. Terutama, setelah terungkap bahwa pemimpin gereja selama beberapa dekade telah memindahkan pastor pelaku pelecehan seksual dari paroki ke paroki tanpa peringatan ke orangtua atau polisi.

Ratusan pendeta dituduh telah dilarang menjabat sebagai imam di bawah reformasi para uskup AS karena tekanan publik yang kuat pada tahun 2002. Namun, belum ada hukuman langsung untuk uskup yang menutupi tuduhan dan yang terus mempekerjakan pastor pelaku pelecehan.

Beberapa uskup telah mengundurkan diri. Uskup Robert Finn dari Kansas City, Missouri, mengundurkan diri April lalu, tiga tahun setelah dia dinyatakan bersalah karena gagal melaporkan dugaan pelecehan anak oleh seorang pastor yang sekarang dipenjara. Uskup Agung St Paul dan Minneapolis John Nienstedt juga mengundurkan diri tahun ini—hanya beberapa hari setelah Vatikan mengumumkan pengadilan baru dan setelah jaksa mengajukan tuduhan terhadap keuskupan agung karena membahayakan anak. Nienstedt mengatakan dia ingin memberi keuskupan agung “awal baru.” Nienstedt juga dituduh dalam pelecehan seksual. Ia mengatakan ia meninggalkan posnya dengan “hati nurani yang murni.”

Samuel Rivera yang mengaku dilecehkan pastor saat muda, melakukan konferensi pers pada Kamis, 2 Januari 2015, di East Hanover, New Jersey. (Foto: huffingtonpost.com)

“Masalahnya adalah bahwa setiap kali insiden baru muncul, itu mengikis pekerjaan yang baik yang telah dilakukan para uskup,” kata Cesareo dalam sebuah wawancara telepon.

Di Newark, Jim Goodness, juru bicara Myers mengatakan bahwa uskup agung itu telah “sangat agresif” dalam mengejar para pelaku pelecehan. Uskup agung, kata Goodness, mengklaim telah menurunkan 19 imam yang dituduh melakukan pelecehan dari pelayanan sejak ia diangkat di Newark pada 2002.

Tapi, uskup agung berada di bawah kritik keras pada 2013 setelah laporan berita bahwa sekarang pastor Michael Fugee, yang telah dituduh meraba-raba seorang remaja, menghadiri retret pemuda dan mendengar pengakuan dosa dari anak-anak. Padahal, ada kesepakatan dengan jaksa dan seorang pejabat Keuskupan Agung yang melarang dia dari kontak dengan anak di bawah umur. Keuskupan Agung juga memiliki hak yang memungkinkan seorang imam lain yang telah dipecat akibat pelecehan tinggal di pastoran gereja dengan kelompok-kelompok sekolah dan remaja.

Di Peoria, Larry dan Helen Rainforth—yang putranya Lance adalah satu di antara 13 orang yang menerima ganti rugi dari Keuskupan karena menjadi korban pelecehan mantan imam Norman Goodman—telah diancam Myers dengan tuntutan hukum pencemaran nama baik dan ekskomunikasi.

Dalam waktu sekitar dua bulan dari kasus Myers di Preoria, Illinois, Uskup Daniel Jenky memecat beberapa imam yang dituduh melakukan pelecehan. Ini adalah suatu perkembangan yang ditunjukkan Connell sebagai bukti kelalaian Myers.

Pendeta Federico Lombardi, juru bicara Vatikan, mengatakan hal itu “terlalu dini” untuk mengomentari kasus yang akan dipertimbangkan oleh pengadilan, yang katanya belum terorganisir.

Keputusan Fransiskus bulan lalu untuk membentuk pengadilan adalah langkah terbesarnya, tetapi belum ke arah menanggulangi masalah itu. Paus mengatakan bahwa ia mengambil tanggung jawab pribadi untuk kejahatan para imam yang memerkosa anak. Ia membentuk sebuah komisi penasihat untuk melindungi orang-orang muda. Komisi ini dipimpin oleh Kardinal Sean O’Malley Boston dan termasuk korban pelecehan. Setahun yang lalu, ia bertemu dengan korban pelecehan dari Eropa di Vatikan. Paus minta maaf pada mereka.

Tidak ada di jadwal resmi Vatikan dalam perjalanan Paus ke Amerika Serikat mulai 22 September yang menunjukkan ia berencana untuk mengatasi masalah ini. Namun, ia secara luas diharapkan untuk melakukannya di beberapa forum.

Pada 2008, Paus Benediktus XVI, hanya pada perjalanannya ke AS sebagai Paus, mengadakan pertemuan pribadi tanpa pemberitahuan dengan beberapa korban di kapel kedutaan Paus di Washington. Pertemuan tak biasa ini terungkap setelah kunjungan berakhir dan diselenggarakan oleh Kardinal O’Malley. Don Clemmer, juru bicara Konferensi Uskup Katolik AS, mengatakan tentang setiap pertemuan Fransiskus dan korban pelecehan dari Amerika, “kita tidak akan bisa mengonfirmasi pertemuan itu sampai sudah terjadi.”

Fransiskus akan mengakhiri kunjungan di Philadelphia, tempat penyelidikan 2.011 juri melemparkan keuskupan agung itu ke dalam masalah. Panel menduga sekitar tiga lusin pastor tertuduh pelecehan masih bekerja di keuskupan agung itu. Kemudian Uskup Agung, Kardinal Justin Rigali, pensiun beberapa bulan kemudian.

Pada tahun 2012, Monsignor William Lynn, yang mengawasi pastor Philadelphia selama belasan tahun yang berakhir pada 2004, dihukum karena melakukan kejahatan membahayakan anak dengan menutupi klaim pelecehan. Panitia lokal kelabakan saat Vatikan mengumumkan bahwa Fransiskus akan mengunjungi sebuah penjara di Philadelphia, sebab Lynn ditahan di sana. Kini, ia telah dipindahkan.

Bernie McDaid (59), dari Marblehead, Massachusetts, berada di antara korban pada pertemuan tahun 2008 dengan Benediktus. McDaid mengatakan Benediktus telah memberinya “harapan” bahwa Vatikan siap untuk mengakui lingkup masalah ini. Namun dia mengatakan sekarang, pertemuan tersebut dengan Fransiskus tidak ada artinya, karena sekadar simbolis dan tidak substantif.

“Pertemuan ini sudah dilakukan,” kata McDaid, yang berpendapat pemimpin gereja terus memperlakukan korban secara buruk. “Mereka ingin mengatakan, ‘Ini sudah berakhir.’”

McDaid mengatakan dia akan lebih terpacu jika Paus datang ke Boston dan mengatakan gereja, “Kami masih memiliki jalan panjang untuk menyelesaikan masalah ini.” (huffingtonpost.com)

Ikuti berita kami di Facebook


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home