Loading...
RELIGI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 23:00 WIB | Minggu, 21 September 2014

Paus Kunjungi Negara Mayoritas Muslim Albania

Paus Fransiskus tiba di negara Eropa mayoritas muslim, Albania. (Foto: cnn.com)

TIRANA, SATUHARAPAN.COM - Paus Fransiskus telah tiba di Albania pada Minggu (21/9) untuk kunjungan satu hari. Kunjungan ini secara garis besar akan membahas peran negara muslim sebagai contoh dari kerukunan antar umat beragama, di tengah gejolak di Timur Tengah dan meningkatnya intoleransi di Eropa.

Ini adalah kunjungan yang signifikan sejak di bawah rezim komunis Enver Hoxha, antara 1944 dan 1985, para imam Katolik dianiaya, dan dia melarang semua agama pada tahun 1967. 

Pesawat Paus mendarat di bandara Mother Teresa, Tirana pada 07.00 GMT. Pihak berwenang meningkatkan keamanan ke level tertinggi di seluruh negara Balkan setelah peringatan dari Irak yang memperingatkan bahwa ISIS bisa merencanakan serangan terhadap pemimpin Katolik tersebut. 

Selama perjalanan ke negara yang sebagian besar muslim Albania, Paus Francis menegur para militan yang bertindak atas nama agama, mengatakan tidak ada yang bisa bertindak sebagai "senjata Allah." 

Perjalanan ini adalah kunjungan pertama Eropa resmi Paus di luar Italia.

Paus terkesan pada perdamaian antar agama di Albania, negara yang relatif baru dengan konsep kebebasan beragama. Populasinya adalah 56 persen Muslim, 10 persen Katolik dan 7 persen Ortodoks, menurut Factbook CIA. Iklim rasa hormat dan kepercayaan antara kelompok-kelompok adalah "hadiah berharga," kata Paus. 
 
"Albania adalah contoh yang indah dari harmoni dan Paus Fransiskus datang untuk mengkonfirmasi keharmonisan ini, perdamaian dan kasih persaudaraan di antara orang percaya," kata pastor paroki Carmine Leuzzi. 

Tunjuk Uskup Agung Chicago

Paus Fransiskus pada Sabtu menunjuk Uskup moderat Blase Cupich sebagai uskup agung Chicago berikutnya, dalam acara penunjukan besar pertamanya di Amerika Serikat sejak mengemban tugas kepausan tahun lalu.

Cupich (65), dari Spoken, Washington, menggantikan Kardinal Francis George (77) yang menderita kanker setelah mengumumkan pensiun dua tahun lalu.

Penunjukkan tersebut dimeriahkan oleh kelompok Call to Action, yang mendukung reformasi dalam Gereja Katolik, termasuk penahbisan perempuan dan penerimaan homoseksualitas, di antara isu lainnya.

“Penunjukkan Cupich menunjukkan janji gereja untuk bisa lebih dekat dengan rakyat,” ungkap kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

“Pada saat banyak uskup AS memilih untuk melawan perang ideologi, pemilihan Cupich oleh Paus Fransiskus menunjukkan keinginan gereja yang lebih sederhana.”

Pendahulunya pada 2011 mengundang kontroversi setelah membandingkan aktivis hak Gay dengan Ku Klux Klan.

Kardinal yang sudah mundur itu juga seorang pendukung vokal terhadap gerakan pembersihan gereja setelah sejumlah skandal pelecehan seksual pada tahun 2000-an, mendesak ditetapkannya kebijakan zero toleransi terhadap pendeta yang melakukan pelecehan seksual.

Cupich akan mengambil alih jabatan sebagai pemimpin Katolik Roma Chicago pada 18 November. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home