Loading...
FOTO
Penulis: Francisca CR 15:25 WIB | Rabu, 01 Oktober 2014

Payung Jadi Ikon Demo di Hong Kong

Payung Jadi Ikon Demo di Hong Kong
Payung menjadi ikon demo di Hong Kong. Orang-orang menyebut ini sebagai revolusi payung. (Foto-foto: cnn.com)
Payung Jadi Ikon Demo di Hong Kong
Polisi bentrok dengan demonstran prodemokrasi pada tanggal Minggu (28/9) lalu. Polisi menyemprotkan gas air mata dan demonstran menangkalnya dengan payung.
Payung Jadi Ikon Demo di Hong Kong
Demonstran membawa payung dalam jumlah besar dan dibagi-bagikan untuk demonstran yang lain.
Payung Jadi Ikon Demo di Hong Kong
Tumpukan payung siap digunakan sebagai perisai untuk menghadapi semprotan merica pada Senin (29/9).
Payung Jadi Ikon Demo di Hong Kong
Demonstran prodemokrasi berkumpul di untuk upacara peringatan Hari Nasional ke-65 Tiongkok di Hong Kong hari ini (1/10). Salah satu demonstran terlihat membawa payung yang menyimbolkan revolusi payung.
Payung Jadi Ikon Demo di Hong Kong
Aktivis beristirahat di sebuah jalan di Hong Kong pada Kamis (30/9) dekat markas pemerintah dengan membawa payung berwarna kuning.

HONG KONG, SATUHARAPAN.COM – Beberapa hari ini, payung menjadi pemandangan utama di sepanjang jalan utama di Hong Kong. Payung seakan-akan telah menjadi ikon aksi protes para mahasiswa prodemokrasi ini. Para pengunjuk rasa membawa payung dalam jumlah besar dan mendistribusikannya secara gratis.

Payung digunakan untuk melindungi demonstran dari gas air mata dan merica yang disemprotkan oleh polisi anti huru-hara.

Bryan Druzin, asisten profesor hukum di Chinese University Hong Kong mengatakan bahwa payung tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki lambang tertentu yang melambangkan perlawanan pasif.

“Hong Kong adalah kota yang secara berkala ‘mengungsi’ di bawah payung karena topan musiman yang mengancam kota ini. Gejolak politik tersebut juga dimaknai sebagai ‘badai’ lain di Hong Kong,” katanya.

Sementara itu, artis Hong Kong Kacey Wong berpendapat bahwa payung menggambarkan sebuah perisai defensif atau alat pertahanan untuk melindungi diri.  

“Payung tersebut menggambarkan orang yang sedang bekerja untuk membentuk sebuah perisai defensif. Jika Anda melihat sepotong perisai direnggut oleh polisi, maka akan digantikan oleh yang lain. Itu adalah citra yang kuat dengan kontras yang melekat,” katanya. (cnn.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home