Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 15:07 WIB | Selasa, 26 Juni 2018

PBB Belum Dapat Dana Baru Bagi Pengungsi Palestina

PBB Belum Dapat Dana Baru Bagi Pengungsi Palestina
Anak-anak Palestina menggenggam lempengan roti dalam unjuk rasa memprotes pemotongan bantuan di kantor PBB, di Khan Yunis di bagian selatan Jalur Gaza, 28 Juni 2018.(Foto-foto: VOA)
PBB Belum Dapat Dana Baru Bagi Pengungsi Palestina
Karyawan warga Palestina yang bekerja di United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) mengacungkan poster dalam unjuk rasa memprotes keputusan As untuk mengurangi bantuan di Kota Gaza, 29 Januari 2018.
PBB Belum Dapat Dana Baru Bagi Pengungsi Palestina
Komisioner UNRWA Pierre Krahenbuhl (tengah) berbicara pada konfernsi pers di Gaza City, Palestina (22/1/2018).
PBB Belum Dapat Dana Baru Bagi Pengungsi Palestina
Seorang perempuan Palestina memeriksakan anaknya di klinik yang dioperasikan oleh badan pengungsi PBB UNRWA di kamp pengungsi Shati, Gaza City, 14 Januari 2018.
PBB Belum Dapat Dana Baru Bagi Pengungsi Palestina
Warga Palestina menerima bantuan pangan dari badan PBB, UNRWA, di kamp pengungsi Shati, Gaza City, 14 Januari 2018.

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membantu pengungsi Palestina, Senin (25/6/2018) gagal memperoleh pendanaan baru yang signifikan karena badan itu menghadapi gangguan dalam program-programnya pasca pemangkasan anggaran secara besar-besaran oleh pemerintahan Trump.

Januari lalu pemerintah Trump memberitahu UN Relief and Works Agency for Palestinian Refugees (UNRWA) bahwa Amerika hanya akan menyumbangkan $60 juta dolar untuk anggaran program 2018, turun lebih dari $300 juta dibanding 2017.

“Menghadapi krisis pendanaan paling parah dalam sejarah kami ini, tidak ada waktu untuk bersikap pesimistis atau tidak tegas, kami bereaksi dengan cepat,” ujar Komisaris Jendral UNRWA, Pierre Krahenbuhl, kepada para donatur.

“Kami meluncurkan strategi multi-dimensi Januari lalu untuk memobilisasi dukungan, mempertahankan program-program kami di lapangan dan mencegah krisis kemanusiaan besar terjadi di kawasan yang tidak stabil ini,” tambahnya.

Setelah konferensi darurat negara-negara donor Maret lalu berhasil mengumpulkan $100 juta, dan tambahan dari Arab Saudi dan Qatar, yang masing-masing menyumbang $50 juta, badan itu masih membutuhkan $250 juta supaya program-programnya dapat membantu lebih dari 5,3 juta warga Palestina di seluruh Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon dan Suriah.

Para pendukung UNRWA mengingatkan bahwa penghentian atau gangguan layanan badan itu dapat menambah ketidakstabilan di wilayah yang sudah menghadapi konflik dan berada di jurang selamanya akan dilanda bertambah banyak konflik. (VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home