Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:58 WIB | Kamis, 04 April 2019

PBB: Seperempat Pusat Kesehatan di Dunia Krisis Air Bersih

Air minum yang terpolusi adalah salah satu masalah terbesar di India. Sebuah analisis dari Pusat Sains dan Lingkungan (CSE) yang berkantor di Delhi menemukan 78 persen dari limbah pabrik tidak diolah dan mengalir langsung ke sungai.(Foto:dw.com)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM – Sebuah laporan terbaru dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, menemukan jumlah yang mengkhawatirkan dari pusat-pusat kesehatan di dunia yang alami krisis air bersih

Dua juta orang di seluruh dunia menggunakan fasilitas pusat kesehatan dengan akses air bersih yang terbatas. Temuan PBB itu didukung dengan data yang memperlihatkan 1 dari 4 pusat kesehatan kekurangan air bersih. Bahkan di negara-negara termiskin dunia, setengah dari fasilitas kesehatan tidak miliki layanan air bersih yang memadai.

Masalah krisis air bersih ini berdampak buruk pada ibu dan bayi yang baru lahir. Laporan PBB juga menyebutkan, lebih dari satu juta bayi baru lahir meninggal dunia, akibat proses persalinan yang tidak higienis. Sementara rasio infeksi pada seluruh pasien di pusat-pusat kesehatan ini mencapai 15 persen.

"Rumah sakit bukan hanya jadi tempat Anda disembuhkan, tapi juga tempat Anda terinfeksi. Kami sangat khawatir soal ini,” kata Bruce Gordon, koordinator WHO, dilansir dw.com,  pada Rabu (3/4).

Di seluruh dunia, hampir 900 juta orang tidak memiliki akses air bersih di pusat-pusat kesehatan lokal atau mereka harus menggunakan air dari sumur yang tidak bersih. Sementara 1 dari 5 pusat kesehatan kekurangan toilet – hal ini berdampak pada 1,5 juta orang.

Tahun 2015 lalu, para pemimpin dunia menyetujui akses kepada air bersih dan sanitasi, menjadi salah satu target sebelum tahun 2030.

Ancaman Kesehatan Global

Air bersih dan layanan sanitasi, merupakan dua hal yang sangat penting untuk menghentikan penyebaran bakteri mematikan.

"Pertarungan ini adalah untuk menyelamatkan nyawa dan untuk memperlambat berkembangnya bakteri-bakteri mematikan yang mengancam kita semua,” kata Hamilton, analis dari WaterAid.

Hamilton menuntut para pimpinan negara untuk memprioritaskan masalah ini, dalam pertemuan World Health Assembly bulan depan di Jenewa, Swiss.

 

Editor : Melki Pangaribuan

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home