Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Ayub Yahya 14:04 WIB | Rabu, 11 April 2018

Pelajaran dari Liga Champions Tadi Malam

Berhati-hatilah dalam memilih!
Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – Barcelona secara mengejutkan tersingkir di Liga Champions. Kalah agregat dari Roma. Sementara Liverpool melaju dengan mulus ke semifinal. Apakah sejarah akan terulang?

Pada masa lalu Michael Owen, tepatnya Agustus 2004, ketika itu anak emas Liverpool, memutuskan hijrah ke Real Madrid. Alasan umum, ia ingin mengembangkan karier karena Liverpool kalah gengsi dibanding Madrid. Alasan khusus, ia ingin merasakan juara Liga Champions. Dari perhitungan di atas kertas waktu itu, Madrid memang lebih punya kans dibanding Liverpool.

Apa yg kemudian terjadi? Owen tenggelam di Madrid. Bahkan tak pernah bersinar lagi meski sudah berpindah-pindah club. Sementara Liverpool setahun kemudian (2005) justru berhasil menjuarai Liga Champions setelah dalam final yg legendaris mengalahkan AC Milan. Ketika itu Liverpool sudah ketinggalan 0-3 di babak pertama. Tetapi, Liverpool menyamakannya di babak kedua dan akhirnya menang adu pinalti.

Dan drama itu kini terulang. Cuma beda tokoh; Michael Owen diganti Philippe Coutinho, dan Real Madrid diganti Barcelona. Setting dan alasan relatif sama; Liverpool yang tak kunjung bersinar, dan Coutinho, tulang punggung Liverpool ketika itu, yang ingin mengembangkan karier.

Kembali ke pertanyaan di awal: apakah sejarah akan terulang? Memang masih terlalu dini untuk menjawab. Toh baru masuk semifinal. Liverpool belum juara. Namun, sangat mungkin Coutinho tengah menyesali keputusannya. Di pertandingan kemarin, ia bahkan tidak ada di daftar pemain cadangan.

Karena itu, berhati-hatilah dalam memilih! Pilihan kita bisa sangat menentukan jatuh bangunnya masa depan kita. Pertimbangan di atas kertas (logika) tidak selamanya bisa diandalkan. Michael Owen dan Philippe Coutinho sudah mengalaminya. Semoga kita tidak.

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home