Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 08:44 WIB | Jumat, 04 Januari 2019

Peluncuran KA Pangandaran, Dukung Ekonomi dan Pariwisata

Peluncuran Kereta Api (KA) Pangandaran, relasi Banjar - Bandung - Gambir (PP), di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019). (Foto: Berita Inspiratif)

BANJAR, SATUHARAPAN.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan beroperasinya Kereta Api (KA) Pangandaran, relasi Banjar - Bandung - Gambir (PP), di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).

“Kami bersama Kang Emil (Gubernur Ridwan Kamil, Red) dalam rangka Jabar Juara Lahir Batin, punya rancangan memperbaiki transportasi kereta api,” kata Uu seperti dilansir Humas dan Protokol Setda Jabar dalam situs kotabogor.go.id.

Kabupaten Pangandaran dinilai mempunyai potensi besar jadi pariwisata unggulan Jawa Barat. Gubernur Ridwan Kamil acap kali mengungkapkan di berbagai kesempatan, salah satu upaya agar wilayah pariwisata semakin hidup adalah dengan menambah dan mempermudah aksesibilitas ke kawasan tersebut.

Wagub Uu menyebut KA Pangandaran ini sebagai hadiah tahun baru bagi masyarakat. Dengan harga terjangkau, KA Pangandaran jadi moda transportasi massal yang bebas macet, nyaman di perjalanan, dan disiplin waktu.

Khusus untuk KA Pangandaran, Uu pun meminta supaya gencar dilakukan promosi, supaya banyak penumpang yang memanfaatkan layanan ini. “Saya berbangga atas hasil kolaborasi PT KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Wagub Uu, yang menyebut kereta api sebagai moda transportasi massal modern, tapi sekaligus bersejarah, dan terjangkau banyak lapisan masyarakat.

Menjangkau Lokasi-lokasi Wisata

Dengan kapasitas 520 kursi, KA ini punya dua layanan, yaitu kelas eksekutif sebanyak empat gerbong, dan kelas ekonomi premium juga sebanyak empat gerbong.

Tiket Kereta Api Pangandaran bisa langsung dipesan lewat aplikasi KAI Access, laman kai.id, Contact Center 121, loket stasiun, dan seluruh mitra penjualan tiket resmi KAI.

Saat ini, PT KAI tengah menggelar promo tiket perjalanan Kereta Api Pangandaran relasi Gambir - Banjar (PP) mulai Rp110 ribu untuk kelas ekonomi Premium, dan Rp160 ribu untuk kelas eksekutif.

Sementara untuk relasi Bandung- Banjar (PP) dikenakan biaya Rp1 dengan syarat dan ketentuan; a) Pembelian Tiket Rp1 melalui Loket tidak dikenakan biaya alias gratis, b) Pembelian Tiket Rp1 melalui KAI Access dan Website KAI tidak dikenakan bea pesan, c) Pembelian Tiket Rp1 melalui channel eksternal dikenakan bea pesan sesuai kebijakan masing-masing channel, dan d) Pembelian Tiket Rp1 tidak dapat dilakukan di Ticket Vending Machine.

Dengan layanan “single ticketing”, penumpang cukup memesan satu tiket untuk menikmati layanan KA Pangandaran serta Angkutan Lanjutannya. Angkutan Lanjutan sendiri dikelola oleh anak usaha KAI, yaitu PT KA Pariwisata.

KA Pangandaran berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.50 WIB. Sementara keberangkatan kereta dari Stasiun Banjar pukul 13.55 WIB. Dengan kemudahan akses ini, masyarakat bisa menjangkau ke Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lokasi wisata lain dengan lebih nyaman, mudah, dan murah.

Promosi Pangandaran

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, menyebut hari peluncuran itu sebagai momen sejarah bagi pihaknya. Hadirnya KA Pangandaran menjadi langkah awal yang tepat memulai reaktivasi jalur kereta api ke Kabupaten Pangandaran.

Peluncuran kereta api dengan nama KA Pangandaran itu ia sebut untuk mengobati kekecewaan mengingat tahun baru berlangsung cukup sepi. Dengan memilih nama Pangandaran, akan semakin terpromosikan berbagai potensi wisata di Kabupaten Pangandaran.

“Kemarin ada bus Budiman, ada pesawat Susi Air, sekarang ada kereta api. Tinggal butuh connecting, Banjar-Pangandaran. Ini tanda -tanda kebahagiaan Pangandaran akan semakin maju. Kami yang sedang menata, akhirnya akan dimulai aktivasi jalur ke Pangandaran,” katanya.

Jeje pun meminta kepada pihak PT KAI supaya mem-branding gerbong- gerbong kereta dengan tema Pantai Pangandaran, supaya lebih menarik perhatian penumpang untuk datang berwisata ke Pangandaran.

Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih seolah diberi kado dengan diluncurkannya KA Pangandaran ini. Ia pun sangat yakin, dengan berbagai terobosan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, semua daerah di Jawa Barat bisa bangkit dan berkemajuan. “Inilah bentuk pelayanan publik yang memudahkan masyarakat,” kata Ade Uu.

Ade Uu pun dengan penuh semangat bertekad, pihaknya dibantu jajaran TNI/Polri, dengan target waktu enam bulan siap mengembalikan jalur akses kereta api ke Pangandaran di wilayahnya.

Mendukung Rencana Pendirian Kawasan Ekonomi Khusus

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menuturkan, pengoperasian KA Pangandaran merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran. Upaya itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan perekonomian di Jawa Barat.

Setelah masa promo usai, tarif akan menyesuaikan tarif batas atas dan bawah yang ditentukan pemerintah. Hal itu dilakukan supaya tidak menyalahi peraturan.

“Angkutan massal ini sifatnya membantu, bukan bersaing dengan angkutan darat lain. Karena perjalanan meningkat, sekarang relatif macet. Jadi kita bantu, bukan bersaing,” sebutnya.

Terkait reaktivasi, Edi mengatakan jalur Banjar- Pangandaran yang melewati rute sepanjang 82 kilometer sampai Stasiun Cijulang akan dimulai tahun ini. Jalur tersebut tentunya harus mengalami normalisasi, termasuk penertiban bangunan liar di jalur tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran- Cijulang sudah melewati tahap studi dan perencanaan. Tahap selanjutnya adalah penertiban bangunan di atas jalur dan pembebasan lahan untuk stasiun baru.

“Pemprov Jabar sudah melakukan beberapa perencanaan di jalur tersebut dan memang dibutuhkan penertiban sepanjang jalur.  Ke depannya bisa mengusulkan perubahan trase atau pembuatan stasiun baru,” ia menjelaskan.

Reaktivasi jalur ini, lanjut Dedi, akan mendukung rencana pendirian kawasan ekonomi khusus (KEK) di Pangandaran dan kawasan selatan Jabar. Diharapkan pula bisa membantu masyarakat mengangkut hasil bumi, karena ke depan juga akan diadakan kereta untuk angkutan barang.

Editor : Sotyati

Back to Home