Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 10:30 WIB | Rabu, 05 Desember 2018

Pembangunan di Papua Jalan Terus, Pelaku Penembakan Diburu

Ilustrasi. Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Media Indonesia/Adam Dwi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengaku sudah menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk melakukan pengejaran hingga pelaku pembunuhan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, ditemukan.

“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera dilakukan pengejaran yang habis-habisan supaya tidak terulang lagi,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/12), dalam siaran pers Humas Kemenko Polhukam yang dilansir setkab.go.id.

Menko Polhukam mengaku geram atas peristiwa aksi pembunuhan itu karena para pekerja tersebut sedang melakukan pekerjaan mulia, membangun infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat di Papua. Melakukan pekerjaan mulia membangun jembatan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kebutuhan masyarakat.

“Artinya apa? Artinya mereka itu sudah berbakti, berjuang, bekerja untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua, lalu ditembakin, dibunuh. Satu hal yang sangat tidak terpuji,” katanya.

Aksi penembakan itu, menurut Menko Polhukam Wiranto, dimaksudkan untuk menakut-nakuti agar pembangunan tidak berjalan. Ia menilai, aksi itu justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri.

Jalan Terus

Menko Polhukam juga menegaskan, tindakan kelompok kriminal bersenjata tersebut tidak akan memberikan pengaruh terhadap pembangunan di Papua. Ia memastikan, pembangunan akan tetap berjalan karena untuk kesejahteraan masyarakat di Timur Indonesia.

“Tidak ada pengaruhnya apa-apa. Pembangunan tetap berjalan, masa pembangunan dengan langkah seperti itu dihentikan. Pembangunan ini kan untuk kesejahteraan masyarakat Papua. Pembangunan itu menghubungkan urat-urat nadi transportasi, urat nadi komunikasi, untuk menyatukan Indonesia, memberikan kesejahteraan kepada orang-orang yang ada di daerah pinggiran,” Wiranto menjelaskan.

Editor : Sotyati

Back to Home