Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 15:58 WIB | Sabtu, 15 April 2017

Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai

Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Sejumlah kendaraan melintas di bawah jembatan layang Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Jalan Fatmawati Raya, Jakarta, Selasa (4/4). PT MRT Jakarta mempercepat pembangunan untuk rute elevated (layang) yaitu 7 Stasiun Layang di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja, sehingga pengerjaan proyek MRT fase I dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 16 kilometer akan selesai pada akhir 2018 dan siap beroperasi 1 Maret 2019. (Foto-foto: Antara)
Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Suasana pembangunan pengerjaan mass rapid transit (MRT) tahap pertama sektor layang di Kawasan Blok M, Jakarta, Sabtu (1/4). PT. MRT Jakarta masih merampungkan rancang induk pembangunan 12 titik pengembangan kawasan properti terintegrasi berbasis transportasi tahap pertama Koridor Lebak Bulus - Bundaran HI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya.
Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Pekerja mengangkut pipa di up track tunnel Mass Rapid Transportation (MRT), Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (23/3). Proyek MRT yang rencananya beroperasi pada Maret 2019 tersebut telah mencapai 66,92 persen untuk konstruksi bangunan sipil pada akhir Februari 2017.
Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Di depan bor raksasa Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono (kedua kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya (ketiga kiri), dan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (keempat kiri) meninjau perkembangan proyek MRT di Jakarta, Kamis (23/2). Mass Rapid Transportation (MRT) siap beroperasi pada Maret 2019 mendatang.
Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur layang Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Raya Fatmawati, Jakarta, Minggu (22/1). Dirlantas Polda Metro Jaya akan melakukan penutupan sejumlah jalan serta rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan RS Fatmawati yang akan dilaksanakan pada 4 Februari hingga 11 Agustus 2017 . Rekayasa ini dalam rangka pembangunan Stasiun MRT di Haji Nawi.
Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Pekerja menyelesaikan konstruksi pembangunan Stasiun Layang (Elevated) dan depo Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (22/12/2016). Pembangunan jalur MRT yang akan membentang sejauh 16 kilometer dari Lebak Bulus ke Bundaran HI ditargetkan dioperasikan tahun 2018 dan direncanakan tersedia 13 stasiun di sepanjang jalur MRT, tujuh diantaranya di atas jalur layang dan enam lainnya di bawah tanah.
Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Pekerja menyelesaikan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan TB. Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (2/11/2016). PT MRT Jakarta menargetkan pembangunan infrastruktur selesai pada 2018 dan MRT bisa beroperasi tahun 2019.
Pembangunan MRT Jangan Terbengkalai
Pekerja mengoperasikan ekskavator saat pengerjaan proyek stasiun "mass rapid transit" (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (1/10/2016). Proyek transportasi massal dengan rute Lebak Bulus - Bundaran HI sepanjang 15,7 km tersebut ditargetkan selesai pada 2019.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Komisi V DPR RI terus mendorong penyelesaian pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta agar tidak terbengkalai tapi segera diselesaikan sesuai jadwal sehingga dapat digunakan masyarakat.

"Proyek MRT Jakarta jangan sampai terbengkalai, karena sesuai tujuannya MRT dibangun untuk mengurangi kemacetan di Ibu kota Jakarta," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Michael Wattimena kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/4).

Proyek yang dibiayai uang negara dari APBN dan APBD DKI harus segera rampung pada tahun 2019 dengan baik dan sesuai target.

"Komisi V yang khusus membidangi perhubungan dan infrastruktur, mempunyai kewajiban memantau dan mendorong proyek tersebut," katanya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu menjelaskan Komisi V melihat tujuan awal dibuatnya MRT untuk mengintegrasikan modal transportasi massal yang ada saat ini.

"MRT dipastikan untuk memudahkan masyarakat melakukan aktivitas mobilitasnya yang terkoneksi dengan moda lain di antaranya TransJakarta, Light Rail Transit (LRT), kereta rel listrik," jelas Michael.

Ia menambahkan anggaran yang dialokasikan pemerintah relatif besar mencapai Rp15 triliun, maka perlu adanya pengawalan terhadap proyek tersebut.

Anggota DPR asal Dapil Papua Barat itu mengatakan pembangunan MRT yang mulai dikerjakan 2013 itu sudah mencapai 70 persen. Untuk itu ia berharap dengan semangat dan penuh kehati-hatian dapat diselesaikan dengan baik pada tahun 2019.

"Kita harapkan tahun 2019 sudah bisa dioperasikan penuh sehingga masyarakat bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk berpergian di Jakarta, tapi menggunakan MRT," ujarnya. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home