Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 12:34 WIB | Sabtu, 02 September 2017

Pembangunan Rel Ganda KA Bogor-Sukabumi Dimulai Tahun Ini

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo didampingi Menhub (kanan) dan Menteri PUPR (kiri) meninjau jalan tol akses Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (15/4). (Foto: setkab.go.id/Jay)

SUKABUMI, SATUHARAPAN.COM – Pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi akan dimulai tahun ini. Presiden Joko Widodo mengemukakan hal tersebut di sela-sela pelaksanaan salat Idul Adha di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, pada Sabtu, 1 September 2017.

Kepala Negara meyakini pelaksanaan pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi dapat dimulai tahun ini karena anggarannya telah tersedia.

“Kemarin sudah kita lihat sangat memungkinkan dan tahun ini langsung segera kita kerjakan. Anggarannya kemarin dihitung kurang lebih Rp400-an miliar,” ucap Presiden.

Mengingat besarnya manfaat bagi percepatan mobilitas orang dan barang, Presiden menyatakan akan melanjutkan proyek tersebut hingga Cianjur dan Bandung. Rencananya proyek tersebut akan dimulai tahun depan dan selesai pada tahun 2019 mendatang.

“Sudah saya perintahkan kemarin untuk disurvei yang dari Sukabumi menuju Cianjur, menuju ke Bandung. Revitalisasi total dilihat lagi juga, kalau itu tahun berikutnya berarti 2019,” tuturnya.

Selain itu, Presiden juga menjelaskan mengenai pembangunan jalan tol ruas Bogor-Ciawi-Sukabumi yang seharusnya telah dimulai pada tahun 1996. Namun, saat itu investor tidak segera memulainya, sehingga akhirnya Presiden memutuskan proyek tersebut diambil alih dan ditangani oleh BUMN.

“Insya Allah dua tahun lagi selesai, saya cek terus,” kata Presiden sebagaimana dikutip siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Padahal menurut laporan yang diterimanya, saat ini jarak tempuh dari Jakarta ke Sukabumi memakan waktu yang cukup lama hingga sembilan jam. Oleh sebab itu, Presiden memerintahkan jajarannya untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Kemacetan ini yang akan kita selesaikan, sehingga saya perintahkan kemarin untuk tol Bocimi itu dipercepat selesainya,” ujar Presiden.

Sedangkan untuk pembangunan bandar udara di Sukabumi, Presiden menyatakan tidak akan mengumumkan lokasi di mana bandara tersebut akan dibangun.

“Kalau saya umumkan, nanti harga tanahnya naik semuanya. Jadi biar nanti saja, tahu-tahu sudah jadi. Kalau diumumkan jadi ramai, harga tanah jadi naik,” ungkapnya.

Presiden menyampaikan kesan, Sukabumi adalah kota besar yang dihuni masyarakat yang ramah dan memiliki kuliner khas yang mempunyai cita rasa tinggi.

“Ini adalah kota yang besar, malam hari sangat ramai, masyarakatnya ramah. Dan makanannya enak semuanya,” kata Presiden. (setkab.go.id)

Editor : Sotyati

Back to Home