Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 10:06 WIB | Rabu, 06 Mei 2015

Pemberontak Yaman Tembaki Kota Saudi

Asap mengepul akibat serangan udara di gudang senjata di sekitar ibu kota Yaman Sanaa 20 April 2015. (Foto: reuters.com)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM – Serangan mortir yang ditembakkan oleh pemberontak Yaman menghantam kota perbatasan Najran, Arab Saudi pada Selasa (5/5), memicu koalisi militer pimpinan Saudi untuk memperingatkan bahwa pihaknya akan membalas serangan tersebut.

Televisi nasional Al-Ekhbariya menunjukkan gambar beberapa bangunan dan mobil yang rusak dalam serangan tersebut dan telah dikonfirmasi oleh koalisi, yang melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Huthi serta sekutu mereka di Yaman sejak akhir Maret.

Juru bicara Koalisi Brigadir Jenderal Ahmed Assiri mengatakan kepada Al-Ekhbariya bahwa pemberontak melancarkan tembakan “secara membabi buta” ke Najran, yang “menghantam beberapa rumah sakit, sekolah dan rumah-rumah warga.”

“Pasukan udara dan darat akan merespons dalam cara yang benar terhadap aksi berbahaya ini dan tidak akan membiarkan mereka mengulanginya kembali,” ujar Assiri.

Militer Saudi telah mengerahkan helikopter tempur Apache untuk menargetkan pemberontak di area perbatasan, tambahnya.

Pasukan darat dari negara itu berulang kali bentrok dengan pemberontak di dekat perbatasannya dengan Yaman dan helikopternya dilibatkan dalam aksi militer tersebut.

Assiri menuduh pemberontak berupaya menyabotase inisiatif tentatif koalisi yang diumumkan Senin lalu untuk menghentikan sementara serangan udaranya guna memungkinkan pengiriman bantuan di Yaman.

“Setelah pengumuman inisiatif kemanusiaan kemarin, mereka ingin mengungkapkan penolakannya terhadap inisiatif damai dan oleh karenanya mereka menargetkan Najran,” ujarnya.

Juru bicara menggambarkan serangan pemberontak tersebut sebagai “aksi bunuh diri,” memperingatkan bahwa “semua yang mendekati perbatasan akan dibunuh.”

Penyerangan ke kota Najran terjadi ketika Raja Salman dari Arab Saudi menyampaikan peringatan di KTT Riyadh mengenai ancaman dari Iran terhadap stabilitas di kawasan tersebut. (AFP/Ant)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home