Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 13:32 WIB | Rabu, 20 Juni 2018

Pembuktian Ricardo Gareca

Jelang Pertandingan Peru vs Prancis
Penyerang Peru Paolo Guerrero saat memasukan gol ke gawang Arab Saudi pada sebuah laga persahabatan, Minggu (10/6). (Foto: AFP/getty images)

SATUHARAPAN.COM - Menyisakan satu pertandingan terakhir menghadapi tim yang kerap membuat ledakan kejutan Denmark, pada pertandingan kedua fase grup C saat menghadapi kesebelasan Peru, Prancis akan bermain untuk meraih hasil maksimal. Menghadapi kesebelasan Denmark pada turnamen besar kedua kesebelasan memiliki catatan saling mengalahkan. 

Kesebelasan Prancis mengalahkan Denmark pada Piala Eropa 1984 saat menjadi juara. Sementara pada perjumpaan di Piala Eropa 1992 gantian Denmark yang memenangi pertandingan, saat itu Denmark keluar sebagai juara.

Di ajang PD kedua kesebelasan pernah dua kali bertemu. Pada PD 1994 Prancis mengalahkan Denmark di pertandingan terakhir fase grup C. Sementara pada PD 2002 gantian kesebelasan Denmark menjungkalkan Prancis yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan. Dengan rekor yang saling mengalahkan, pilihan Prancis adalah mengamankan pertandingan kedua fase grup C PD 2018 meskipun belum tentu bisa dengan mudah mengalahkan kesebelasan Peru.

Kesebelasan Prancis akan menjadi batu ujian timnas Peru di pertandingan kedua fase grup C PD 2018. Mencuri poin dari tim kuat Prancis akan menjadi modal berarti bagi Peru untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya mengingat pada pertandingan terakhir mereka akan menghadapi tim yang relatif tidak sekuat Prancis.

Di tangan Ricardo Gareca kesebelasan Peru bermetamorfosis menjadi tim underdog yang mampu mengalahkan tim-tim kuat. Dalam persiapan menjelang PD 2018, lima laga persahabatan melawan Kroasia, Skotlandia, Arab Saudi, dan Islandia dimenangi kesebelasan Peru. Satu laga berakhir imbang saat melawan Swedia. Membaca hasil pertandingan persahabatan tersebut konsistensi permainan kesebelasan Peru relatif terjaga.

Mempertahankan trend positif

Pertandingan kedua fase grup akan menjadi pertaruhan kedua tim demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Bagi Peru tidak perlu melihat hasil saat menghadapi Denmark di pertandingan pertamanya. Sekedar mencuri poin tentu bukan target pelatih Gareca.

Begitupun bagi kesebelasan Prancis. Cara terbaik lolos ke babak berikutnya adalah memenangi semua pertandingan fase grup. Dengan begitu artinya Deschamps akan memasang formasi the winning team pada seluruh pertandingan di fase grup C. Di atas kertas, kesebelasan Prancis unggul di semua lini dibanding Peru.

Menarik menunggu aksi gelandang Peru yang sedang dalam usia matang permainannya. Tapia-Flores-Hurtado sejauh ini mampu mengimbangi gelandang-gelandang. Lima pertandingan kualifikasi PD 2018 zona Conmebol dengan hasil dua kali kemenangan serta menahan imbang tim kuat Argentina dan Kolombia adalah gambaran bagaimana gelandang-gelandang Peru mampu bermain dalam tempo tinggi.

Meskipun telah mengantongi poin penuh pada pertandingan pertama saat menghadapi Australia, Prancis belum menunjukkan permainan terbaiknya. Apakah ini berkat sentuhan tangan dingin van Marwijk di kubu Australia ataukah mereka sendiri masih terus mencoba formasi terbaiknya? Pertandingan melawan kesebelasan Peru akan sedikit menjawabnya.

Penampilan Tapia-Flores-Hurtado akan diuji oleh gelandang Prancis Kante-Matuidi-Pogba yang sejauh ini memberikan kepercayaan diri bagi permainan Prancis. Formasi gelandang Prancis semakin kuat dengan kehadiran Griezman dan Mbappe di lini kedua serangan Prancis. Racikan Deschamps ini terbukti mampu menyingkirkan juara dunia Jerman di babak semi final Piala Eropa 2016. 

Dalam performa terbaiknya, barisan pertahanan Peru yang dimotori Ramos-Santamaria dan pemain sayap Advincula dan Hurtado setidaknya harus bekerja keras menahan pergerakan bola dan pemain Prancis yang bisa saling mengisi dan berubah posisi secara fleksibel.

Kalaupun ada tambahan semangat adalah diperbolehkannya pemain kunci Guerrero tampil pada PD 2018. Pencabutan larangan bermain bagi Guerrero yang disinyalir akibat penyalahgunaan dopping, akan menambah daya dobrak kesebelasan Peru di depan.

Peru tentu ingin mengulang kemenangan yang diraih atas Prancis tiga puluh enam tahun silam pada sebuah laga persahabatan. Dan pada pertandingan kedua fase grup C melawan Prancis adalah cara terbaik pembuktian bagi Gareca mempertahankan trend positif permainan tim yang diasuhnya. Sementara bagi Deschamps, kemenangan pada partai kedua adalah tiket untuk melaju ke babak berikutnya.

Jadwal pertandingan

Pejumpaan kesebelasan Peru pada fase grup C melawan timnas Prancis akan berlangsung  di Ekaterinburg Arena, Yekaterinburg pada Kamis (21/6) pukul 18.00 waktu setempat atau Kamis (21/6) pukul 22.00 WIB.

Perkiraan susunan pemain:

Peru (4-4-2) : Caceda (gk), Advincula, Ramos, Santa Maria, Hurtado, Carrilo, Tapia, Flores, Cueva, Guerrero/Ruidiaz, Farfan. | pelatih: Ricardo Gareca

Perancis (4-2-3-1) : Lloris (gk), Hernandez, Umtiti, Varane, Pavard, Toliso, Kante, Pogba, Griezman, Mbappe, Dembele. | pelatih: Didier  Deschamps

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home