Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 19:27 WIB | Senin, 19 Desember 2016

Pemerintah akan Bentuk Lembaga Pemantapan Pancasila

Dalam rapat terbatas tentang “Pemantapan Pancasila” di Kantor Presiden, hari Senin (19/12), Presiden Jokowi ingin membuat sebuah lembaga, unit pemantapan Pancasila di bawah Presiden langsung. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi), meyakini pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dapat menjadi panduan dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa.

Dalam rapat terbatas tentang “Pemantapan Pancasila” di Kantor Presiden, hari Senin (19/12), Presiden Jokowi ingin membuat sebuah lembaga, unit pemantapan Pancasila di bawah Presiden langsung.

"Saya yakin hanya dengan itu, kita akan memiliki pondasi yang kokoh dalam menghadapi setiap permasalahan bangsa yang ada serta bisa dengan percaya diri menyongsong masa depan. Oleh sebab itu kita ingin membuat sebuah lembaga, sebuah unit pemantapan Pancasila," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas.

Menurut Presiden, di tengah banyak negara di dunia termasuk negara-negara maju saat ini sedang gelisah karena mulai terkoyaknya toleransi, terbelahnya solidaritas sosial, terganggunya ketertiban sosial dan adanya kegoyahan dalam mengelola keberagaman dan perbedaan. Dunia juga kini dihantui oleh aksi terorisme, aksi ekstrimisme, dan radikalisme.

Bangsa Indonesia dinilai beruntung memiliki Pancasila sebagai pedoman dan referensi dalam menghadapi persoalan bangsa.

“Pancasila juga harus menjadi ideologi yang bekerja, yang terlembagakan dalam sistem dan kebijakan baik di bidang ekonomi, politik maupun sosial dan budaya,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, sebagai dasar negara, sudah sepatutnya Pancasila tidak hanya cukup untuk diketahui dan hanya dijadikan simbol pemersatu bangsa. Presiden menekankan agar Pancasila harus diemplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa tidak cukup hanya dibaca, diketahui, dihafalkan. Harus betul-betul diwujudkan dalam pola pikir, sikap mental, gaya hidup dan perilaku nyata sehari-hari," katanya.

Dalam ratas yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, juga dilakukan pembahasan tentang bela negara. (Setpres)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home