Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 19:26 WIB | Senin, 28 November 2016

Pemerintah Berkomitmen Kurangi Deforestasi-Degradasi Hutan

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar (tengah) berfoto bersama usai penyerahan trofi penghargaan Penanaman Pohon tahun 2015 oleh kepada kepala daerah yang berkontribusi dalam menggalakkan penanaman pohon di daerahnya masing-masing. (Foto-foto: BPMI Setpres)

TUBAN, SATUHARAPAN.COM - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan penanaman pohon secara serentak yang dilakukan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari Senin (28/11) dimaksudkan untuk menjaga momentum dan semangat dalam upaya memelihara dan meningkatkan kualitas lingkungan dengan keberadaan pohon.

Hal tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengurangi deforestasi (penebangan) serta degradasi (penurunan) hutan dan lahan.

"Upaya ini memberikan refleksi kepada dunia bahwa Indonesia sebagaimana ditegaskan dalam komitmen Indonesia oleh Presiden Jokowi pada COP21 Paris Agreement yang diratifikasi oleh Indonesia dan DPR melalui UU Nomor 16 Tahun 2016," Siti di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari Senin (28/11).

Dalam penyelenggaraan COP22 di Maroko sendiri, Indonesia diakui berada di depan dalam agenda REDD+.

 Menurut Siti Nurbaya, kepercayaan dunia internasional tersebut perlu dijaga.

"Penilaian Guinness Book of Record akan memperkuat pengakuan tersebut," katanya.

Berikan Manfaat bagi Rakyat

Kegiatan penanaman pohon secara serentak tersebut dilakukan oleh para petani yang bekerja sama dengan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH). Model penanaman dengan bekerja sama dengan koperasi tersebut diapresiasi secara khusus oleh Presiden Jokowi.

"Saya senang sekali model penanaman pohon yang dilakukan pada hari ini dilakukan oleh koperasi, oleh KOPRABUH. Selain memperbaiki lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi rakyat," kata Presiden.

Presiden mengatakan, model-model serupa itulah yang seharusnya dikembangkan lebih lanjut. Menurut dia, izin konsesi hutan biar bagaimanapun juga haruslah memberikan manfaat kepada masyarakat, utamanya penduduk setempat.

"Jangan kembali kita memberikan konsesi-konsesi yang besar kepada korporasi. Kalau memberikan manfaat oleh rakyat, silakan. Tapi kalau tidak, geser pemberian itu kepada koperasi, kepada perorangan," kata Jokowi.

Sebelum memberikan sambutan dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo turun langsung dan ikut menanam bersama dengan sekitar 5.500 peserta penanaman pohon yang dicatat dalam Rekor Dunia Guinness.

Hasil audit pihak Guinness kemudian menyebut bahwa sebanyak 237.000 batang pohon berhasil ditanam dalam waktu satu jam. Rekor tersebut memecahkan rekor yang sebelumnya telah dibuat di Filipina dengan jumlah 223.000 batang pohon.

Saat penanaman, presiden bersama dengan Ibu Negara Iriana mengawalinya dengan turut menanam pohon jati untuk kemudian diikuti oleh seluruh masyarakat yang turut serta.

Selain itu, turut diberikan trofi penghargaan Penanaman Pohon tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo kepada kepala daerah yang berkontribusi dalam menggalakkan penanaman pohon di daerahnya masing-masing. Adapun yang menerima trofi penghargaan tersebut ialah:

  1. Gubernur Jawa Timur
  2. Plt. Gubernur Aceh
  3. Gubernur Sulawesi Utara
  4. Bupati Cilacap
  5. Bupati Kuningan
  6. Bupati Lampung Timur
  7. Wali kota Cimahi
  8. Wali kota Metro
  9. Wali kota Balikpapan

Hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana dalam acara tersebut di antaranya ialah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (Setpres)

 

Editor : Eben E. Siadari

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home