Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 13:02 WIB | Minggu, 02 Agustus 2015

Pemerintah Myanmar Umumkan Darurat Banjir

Gedung-gedung apartemen runtuh akibat longsor di Negara Bagian Chin, Myanmar. (Foto: bbc.com)

NAYPYIDAW, SATUHARAPAN.COM - Presiden Myanmar, Thein Sein mengumumkan keadaan darurat banjir setelah banjir menewaskan 27 orang di empat wilayah provinsi.

Empat provinsi itu meliputi Chin, Magwe, Sagaing dan Rakhine. Banjir melanda sebagian besar wilayah Myanmar setelah hujan turun selama berminggu-minggu.

Hujan dan longsor yang sudah terjadi selama berminggu-minggu diperburuk dengan adanya Siklon Komen.

Sebagaimana dikutip kantor berita AFP, seorang Dirjen Kementerian Kesejahteraan Sosial mengatakan "sebagian besar wilayah negeri" dilanda banjir. Dua negara bagian, Chin dan Rakhine mengalami bencana paling buruk.

Akibat banjir besar ini, ribuan penduduk mengungsi ke biara-biara, tetapi media setempat melaporkan warga dari etnik minoritas Rohingya yang beragama Islam ditolak mengungsi ke tempat-tempat umum.

Surat kabar Myanmar Times melaporkan aparat keamanan tidak mengizinkan Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine mengungsi di sekolah-sekolah dan balai desa.

Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa, sebanyak 140.000 orang, sebagian besar ethik Rohingya, di Rakhine menempati kamp-kamp di dekat ibu kota negara bagian, Sittwe.

“Banjir juga menyapu setidaknya 200.000 hektar tanaman padi,” kata Kementerian Pertanian dan Irigasi. (bbc.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home