Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 14:55 WIB | Kamis, 27 April 2017

Pemerintah Siapkan Rusunami Pekerja dan Buruh, DP 1 Persen

Pemerintah sediakan hunian layak dan terjangkau bagi para pekerja dan buruh
Presiden Joko Widodo melihat unit contoh dari rusunami pada acara groundbreaking pembangunan Rusunami di Tangerang Selatan, hari Kamis (27/4). (Foto-foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pemerintah terus mendorong dan membangun ketersediaan hunian terjangkau bagi masyarakat, utamanya bagi para pekerja dan buruh dengan menyiapkan rumah susun sederhana milik (Rusunami) untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang dibangun di Urbantown-Loftvilles Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sebanyak 6.000 unit akan disediakan oleh pemerintah untuk para buruh dan pekerja.

"Yang akan dibangun adalah 9.000 unit. Tapi yang akan ditawarkan untuk pekerja, untuk buruh, adalah 6.000 unit," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara groundbreaking pembangunan Rusunami di Tangerang Selatan, hari Kamis (27/4).

Unit-unit tersebut akan ditawarkan dengan harga Rp 293 juta. Adapun pembayaran di muka (Down Payment/DP) sebesar satu persen dari harga tersebut. Sementara untuk cicilan sendiri ditetapkan sebesar Rp 1,2 juta per bulan.

"DP hanya satu persen. Berarti DP-nya Rp 2,9 juta kira-kira. Saya kira mampu pekerja," kata Presiden Jokowi.

Unit Rusunami yang ditawarkan tersebut bertipe 30 dan terdiri atas dua kamar. Selain itu, juga tersedia ruang makan dan ruang tengah dalam unit yang ditawarkan itu.

"Sangat bagus sekali. Kalau seperti contoh yang tadi saya saja mau. Nanti kita lihat bersama-sama, memang bagus sekali," kata Presiden disambut tawa para pekerja dan buruh yang turut hadir dalam acara tersebut.

Presiden Joko Widodo pun memastikan bahwa pihaknya akan terus membangun dan menyediakan hunian yang diperuntukkan bagi para pekerja dan buruh. Bahkan, sekitar satu atau dua minggu mendatang, Presiden akan kembali meresmikan pembangunan rumah di kawasan Depok, Jawa Barat.

Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan anggaran pembangunan yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan serta pembiayaan perumahan (FLPP) oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Mungkin minggu depan atau dua minggu lagi saya akan resmikan yang di Depok. Ini juga dekat stasiun, tapi rumah tapak. Dibangun dua ribu unit. Harganya Rp 112 juta, tipenya 21. Kalau ini sangat murah,"katanya.

Rumah Dambaan

Presiden menyadari bahwa hunian dengan lingkungan yang ramah terhadap keluarga dan anak merupakan hal yang didambakan setiap orang, termasuk para buruh dan juga pekerja. Untuk itu, Presiden melihat sendiri rencana pembangunan Rusunami tersebut untuk memastikan bahwa unit-unit yang ditawarkan itu memang layak huni.

"Kalau lihat tadi gambarnya, apartemennya seperti apa, saya kira ini sebuah apartemen yang sangat bagus dengan lingkungan yang sangat baik. Bagus untuk anak-anak kita karena lingkungannya memang dibangun dengan sebuah tata ruang yang sangat baik," Presiden menjelaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara sempat menyinggung soal bank tanah. Keberadaan bank tanah memang diyakini olehnya mampu menjamin ketersediaan lahan bagi proyek yang berkaitan dengan kepentingan umum. Sebab, menurut Presiden, saat ini harga jual tanah sudah sangat melambung tinggi.

"Kenapa dari dulu kita tidak mempunyai bank tanah? Harga tanah misalnya di Jakarta sampai Rp200-250 juta per meter persegi. Lalu rakyat mau beli dari mana? Kalau dulunya kita memiliki misalnya 30 persen wilayah Jakarta itu dikuasai pemerintah, saya kira membangun rusun, rusunami, dan rumah tapak akan sangat mudah," tuturnya.

Selain itu, untuk memastikan agar unit-unit yang sejak awal diperuntukkan bagi para pekerja dan buruh berpenghasilan rendah tersebut tepat sasaran, Presiden Joko Widodo mengajak pimpinan-pimpinan serikat pekerja dan buruh untuk turut terlibat. Dengan cara ini, diharapkan unit-unit tersebut dapat dimiliki oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.

"Kita bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan serikat pekerja dan buruh. Jangan sampai nanti yang mendapatkan adalah yang di luar pekerja dan buruh. Seleksinya nanti di pimpinan-pimpinan serikat buruh dan pekerja. Karena kita ingin nanti kalau jadi itu yang memiliki memang betul-betul yang sesuai dengan yang kita tuju," ujarnya.

Setelah memberikan sambutan, Presiden meninjau lahan pembangunan rusunami tersebut didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Plt Gubernur Banten Nata Irawan, Wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi, Komisaris Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Andi Gani Nena Wea dan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tumiyana.

Setelah memberikan keterangan pers, Presiden bersilaturahmi dengan pimpinan serikat buruh dan pimpinan serikat pekerja, serta melihat unit contoh dari rusunami tersebut. Presiden juga sempat menyapa dan berswafoto dengan warga masyarakat yang telah menantinya. (PR)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home