Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 11:26 WIB | Minggu, 31 Mei 2020

Pemilik Perahu Wisata Jual Aset Pribadi Demi Bertahan Hidup

Perahu kelotok wisata di Banjarmasin. (Foto: Antara).

BANJARMASIN, SATUHARAPAN.COM - Pandemi COVID-19 yang kini terjadi hampir di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia telah banyak mengubah tatanan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.

Wabah mematikan tersebut, juga membuat para pelaku usaha, harus berpikir keras untuk bisa bertahan, bukan hanya pengusaha besar tetapi juga usaha kecil dan menengah.

Seperti yang dialami 88 pemilik kelotok atau perahu kayu wisata di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sejak wabah COVID-19 menyerang Kota Seribu sungai sekitar tiga bulan ini, membuat sektor pariwisata di Banjarmasin lumpuh total, sehingga para pemilik perahu wisata kehilangan mata pencaharian.

Begitu Tim Gugus Tugas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengumumkan, telah ditemukan kasus positif COVID-19, Pemerintah Kota Banjarmasin langsung menutup seluruh tempat wisata di kota ini, untuk menghindari penyebaran.

Saibani yang biasa dipanggil Isai, pemilik kelotok yang mangkal di lokasi wisata Siring Sungai Martapura, Banjarmasin, mengaku, saat ini untuk bertahan hidup, berbagai upaya telah dia lakukan.

Bahkan, dia rela melakukan pekerjaan apapun yang penting halal, namun hal tersebut juga belum mampu menutupi kebutuhan hidupnya.

Bahkan, dia terpaksa harus menjual beberapa aset pribadi, untuk menutupi kekurangan kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kami terpaksa menjual barang berharga milik kami tetapi tetap tak bisa menutupi kebutuhan hidup kami. Makanya kami sangat berharap bantuan dari pemerintah," katanya seperti dilansir dari Antara, hari Sabtu (30/5).

Isai mengaku, telah berusaha mencari pekerjaan lain, seperti menjadi buruh bangunan, tetapi karena proyek banyak yang terhenti pekerjaan itu juga sulit didapatkan.

"Saya mau menjual perahu, tapi juga tidak ada yang beli, karena kondisi seperti ini, mencari pinjaman juga tidak mudah," katanya.

Kondisi serupa dialami pemilik kelotok lainnya, Fatmawati yang juga mengaku telah menjual barang-barang berharga milikinya, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut dia, kini barang berharga yang dia miliki telah dijual, mulai emas hingga kendaraan roda dua, namun belum juga bisa menutupi kebutuhan hidup keluarganya.

Walaupun diakui mereka, pemerintah telah memberikan bantuan sembako selama mereka tidak bekerja, namun kenyataannya, bantuan tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya. (Ant)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
7 Dasawarsa BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home