Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Saut Martua Amperamen 09:54 WIB | Rabu, 09 Agustus 2017

Pemimpin Gereja Mormon AS Dipecat

James J. Hamula (Foto: Ist)

SALT LAKE, SATUHARAPAN.COM - Gereja Mormon di AS yang berangotakan 15 juta orang, mengumumkan pengucilan (ekskomunikasi) atau pemecatan atas salah seorang pemimpin puncak gereja itu. Belum diketahui alasan kebijakan ekskomunikasi tersebut.

"Pagi ini, James J. Hamula dilepaskan dari jabatan sebagai Otoritas Umum Tujuh Puluh (General Authority Seventy) Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (CJCLS) sesuai dengan aturan disiplin Gereja oleh Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas Rasul," demikian sebuah pernyataan dari Eric Hawkins, juru bicara gereja tersebut, dikutip dari The Washington Post.

Hawkins menolak untuk memberikan rincian mengenai alasannya, namun Salt Lake Tribune dan Desert News di Utah mengutip sumber gereja mengatakan bahwa alatan pemecatan bukan karena "kemurtadan atau sesuatu yang mengecewakan." Menurut buku panduan gereja itu, pemecatan pemimpin dapat terjadi dengan alasan perzinahan, perampokan, penggelapan, pelecehan suami-istri dan "hubungan homoseksual."

Tribune danThe News melaporkan bahwa Hamula adalah pemimpin pertama gereja itu yang dikucilkan dalam 28 tahun.

Hamula adalah anggota Kuorum Pertama Tujuh Puluh, sebuah badan beranggotakan 80 orang. Badan ini berada tepat di bawah presiden gereja - sangat mirip dengan paus - dan Dua Belas Rasul. Di dalam Kuorum, Hamula memiliki salah satu posisi kepemimpinan utama; Dia adalah direktur eksekutif Departemen Korelasi, yang mengawasi dan memastikan peraturan serta undang-undang gereja dikomunikasikan dan dipelihara dengan jelas.

Ekskomunikasi atau pengucilan dalam Gereja Mormon berarti seseorang tidak lagi dianggap sebagai bagian dari Gereja. Hamula yang diekskomunikasi sama dengan seorang uskup agung Katolik yang dikeluarkan dari Gereja Katolik, kata sejarawan gereja, Greg Prince. Ia menambahkan bahwa ekskomunikasi lebih sering terjadi di Gereja Mormon.

Mormon yang menghadapi ekskomunikasi akan menghadap dewan disiplin yang semuanya terdidi dari pria. Dewan yang mengadili Hamula terdiri dari rekan setingkat atau lebih tinggi: presiden dan Dua Belas Rasul.

Salt Lake Tribune mengutip sebuah ceramah yang pernah disampaikan Hamula pada bulan Oktober 2008 kepada audiens remaja di Salt Lake, yang mendesak mereka untuk "memenangkan perang melawan kejahatan," kata laporan tersebut.

"Setan mengerahkan setiap sumber daya untuk menarik Anda ke dalam pelanggaran," katanya. "Dia tahu bahwa jika dia bisa menarik Anda ke dalam pelanggaran, dia mungkin mencegah Anda menjalani misi penuh waktu, menikah di bait suci dan mengamankan anak masa depan Anda dalam iman, yang semuanya tidak hanya melemahkan Anda tapi gereja. . . Jangan salah tentang itu - fokus perangnya sekarang ada pada Anda, Anda yang berusaha mematuhi perintah-perintah Allah dan memiliki kesaksian akan Yesus Kristus. "

Hamula adalah seorang pengacara sebelum dia dipanggil ke posisinya di Kuorum Pertama Tujuh Puluh. Ia lahir di California dan menikah dengan enam orang anak.

Prince mengatakan rata-rata anggota gereja tersebut tidak mengenal nama Hamula, karena tingginya jabatannya. Itu terjadi karena jaringan kepemimpinan telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir seiring dengan pertumbuhan di gereja. Enam puluh tahun yang lalu, kata Prince, ada tujuh anggota Kuorum Pertama. Jumlah anggota gereja telah tumbuh pada periode itu dari sekitar 1 juta menjadi 15 juta.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home