Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 18:57 WIB | Selasa, 14 Agustus 2018

Pemimpin Korut-Korsel akan Bertemu di Pyongyang September

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara (kiri), sesaat sebelum berjabat tangan di desa gencatan senjata, Panmunjom, di dalam Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea, Korea Selatan, 27 April 2018. (Foto: VOA)

PYONGYANG, SATUHARAPAN.COM - Korea Utara dan Korea Selatan mengatakan para pemimpin mereka bulan depan akan bertemu di Pyongyang, ibu kota Korea Utara.

Pengumuman itu disampaikan hari Senin (13/8) setelah kedua belah pihak mengadakan pembicaraan tingkat tinggi di Panmunjom, desa gencatan senjata di zona perbatasan yang memisahkan Korea Utara yang otoriter dari Korea Selatan yang demokratis.

Pernyataan itu tidak memberikan tanggal yang pasti, kapan pertemuan antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in akan berlangsung.

Kim dan Moon mengadakan pertemuan puncak bersejarah pertama pada bulan April di Panmunjom, diikuti pertemuan kedua bulan Mei, juga di desa yang sama.

Jika rencana KTT September nanti dilaksanakan, Moon akan menjadi pemimpin Korea Selatan pertama yang mengunjungi Pyongyang.

Warga Jepang Dipenjara

Sementara itu di tempat terpisah, Jepang mengatakan sedang memeriksa laporan-laporan bahwa seorang warga negara Jepang dipenjara di Korea Utara.

Sebelumnya surat kabar Asahi hari Sabtu (11/8) melaporkan bahwa laki-laki itu kemungkinan menghadapi tuduhan melakukan tindakan mata-mata.

Stasiun televisi NTV melaporkan laki-laki berusia 39 tahun yang mengklaim dirinya sebagai “pembuat video,” merupakan anggota kelompok wisata di Korea Utara dan seharusnya kembali ke Jepang pada 13 Agustus nanti tetapi hingga kini tidak bisa dikontak.

NTV mengatakan ia mungkin ditangkap ketika sedang berupaya mengambil gambar sebuah fasilitas militer di bagian barat laut Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri Jepang hari Sabtu (11/8) mengatakan sedang mengkaji kasus itu setelah munculnya beberapa laporan tersebut. Pihaknya menolak memberi rincian lebih jauh.

Jepang sedang mengupayakan pembebasan dua warga Jepang yang diculik Korea Utara lebih dari 20 tahun lalu, yang merupakan sengketa utama antara kedua negara.(VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home