Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 14:15 WIB | Minggu, 02 Agustus 2015

Pemimpin Kurdi Irak Minta PKK Pergi dari Wilayahnya

Presiden Kurdi Irak Massud Barzani mengunjungi pasukan Peshmerga Kurdi Irak, di Kirkuk 8 Juli 2015. (Foto: alarabiya.net/Reuters)

ARBIL, SATUHARAPAN.COM - Pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) harus keluar dari wilayah Kurdistan Irak guna mencegah serangan udara Turki yang dapat menimbulkan korban jiwa warga sipil, ujar pemimpin wilayah tersebut, hari Sabtu (1/8). 

“PKK harus menjauhkan medan perang dari wilayah Kurdistan agar warga sipil tidak menjadi korban perang ini,” menurut pernyataan perwakilan dari Presiden Massud Barzani di wilayah tersebut. 

Turki melancarkan ratusan serangan terhadap sejumlah basis kelompok pemberontak Kurdi baik di kedua wilayah di perbatasan Irak.

PKK sendiri mengakui hanya terdapat beberapa korban tewas di pihaknya namun kantor berita resmi Turki Anatolia pada Sabtu menyebut jumlah korban tewas sekitar 260 orang, walaupun pihaknya tidak memberikan sumbernya.

Sejumlah warga sipil tewas dan terluka dalam serangan udara tersebut, yang dilancarkan Ankara sepekan lalu setelah gelombang serangan di Turki.

Partai Demokratik Kurdistan naungan Barzani sering berselisih dengan PKK namun membiarkan para militan mereka berlindung dari kejaran tentara Turki di wilayah pegunugan di wilayah perbatasan Irak.

Dalam pernyataan yang sama, Barzani juga mendesak PKK dan pemerintah Turki untuk melanjutkan proses perdamaian yang terhenti akibat kekerasan terbaru. 

“Pihak kepresidenan Kurdistan menuntut bahwa PKK harus menjauhkan basis militernya dari wilayah itu dengan tujuan untuk tidak memberikan pemerintahan Turki semua pembenaran ketika pihaknya menyerang warga sipil,” kata Kifah Mahmud, penasehat Barzani, kepada AFP.

“Jika PKK tidak memiliki basis di dalam wilayah tersebut, Turki tidak akan menyerang warga sipil,” ujarnya.

“Pihak kepresidenan wilayah itu meminta PKK untuk menarik keluar pasukannya, terutama sejak terdapat perjanjian antara pemerintah Turki dan Irak yang memungkinkan pasukan Turki memasuki wilayah Irak.” (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home