Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 23:05 WIB | Jumat, 09 Oktober 2015

Pemimpin Masjid Sydney Minta Militan Muslim Keluar dari Australia

Pemimpin masjid Sydney, Australia, Neil El-Kadomi. (Foto: abc.net.au)

SIDNEY, SATUHARAPAN.COM - Pemimpin masjid Sydney pada hari Jumat (9/10) saat melayat bocah berusia 15 tahun pelaku pembunuhan seorang pegawai sipil kepolisian menyerukan penghentian kekerasan militan, seraya mengatakan bahwa Muslim yang menolak nilai-nilai rakyat Australia harus keluar dari negara tersebut. 

Farhad Jabar yang teradikalisasi, pelaku penembakan pegawai kepolisian, Curtis Cheng berusia 58 tahun hari Jumat pekan lalu dan dikabarkan meneriakkan slogan-slogan keagamaan sebelum tewas dalam baku tembak dengan petugas kepolisian, rutin mengunjungi masjid di distrik multibudaya Parramatta. 

Pemimpin masjid Neil El-Kadomi menjelaskan kepada para wartawan tentang apa yang dia katakan kepada jemaah saat salat subuh dan menjelang rencana demonstrasi malam hari yang digelar pendukung sayap kanan untuk menutup masjid tersebut.

“Saya mengatakan Anda menunggu lama untuk masuk ke negara ini. Anda seharusnya tidak menyalahgunakan keistimewaan Anda sebagai warga Australia, yang sangat penting.”

“Keluar. Kami tidak butuh penjahat dalam masyarakat.”

“Kami menolak terorisme.”

Kadomi mengatakan remaja Muslim membutuhkan pendidikan, seraya menambahkan bahwa Jabar terlalu belia “untuk mengerti apa yang dia lakukan.”

Kabarnya, rekaman CCTV dari masjid Parramatta menunjukkan Jabar bertemu dengan sejumlah orang di sana pada hari insiden pembunuhan tersebut terjadi, walaupun kepolisian tidak mengonfirmasikan hal ini. 

Perdana Menteri Malcolm Turnbull juga menyarankan orang-orang untuk pergi jika nilai-nilai masyarakat Australia “tidak sesuai.” 

“Tidak diwajibkan untuk tinggal di Australia,” katanya dalam konferensi pers seraya mendesak warga Australia untuk tidak terjebak ke dalam jalan kekerasan militan.

“Jika Anda mendapati nilai-nilai masyarakat Australia tidak sesuai, masih ada dunia lebih luas di luar sana dan orang-orang memiliki kebebasan bergerak.” (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home