Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 04:05 WIB | Minggu, 20 September 2020

Pemimpin Palestina Berusaha Cegah Negara Arab Normalisasi Hubungan dengan Israel

Bendera Palestina di markas besar PBB di New York. (Foto: dok. Ist)

SATUHARAPAN.COM-Seorang pejabat senior Palestina mengumumkan pada hari Sabtu (19/9) bahwa kepemimpinan Palestina bertindak untuk "mencegah lebih banyak negara Arab yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel."

"Perjanjian normalisasi yang ditandatangani oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel didasarkan pada prinsip perdamaian untuk perlindungan," kata Saeb Erekat, Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dalam wawancara dengan radio resmi Palestina, Voice of Palestine.

Ini adalah tanggung jawab negara-negara Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mempertahankan keputusan mereka dalam komitmen pada Prakarsa Perdamaian Arab 2002, katanya.

Menurut Inisiatif Perdamaian Arab, negara-negara Arab hanya dapat menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Israel mengakhiri pendudukan militernya di wilayah Arab.

Erekat mengungkapkan bahwa kepemimpinan Palestina akan menyampaikan 19 resolusi kepada Majelis Umum PBB pada sesi yang akan datang, termasuk "konfirmasi solusi dua negara dan resolusi sebelumnya dari legitimasi internasional terkait dengan perjuangan Palestina."

Kepemimpinan Palestina "mengharapkan dukungan internasional yang besar untuk resolusi Palestina," katanya.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home