Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 16:46 WIB | Kamis, 21 Mei 2020

Pemkot Surabaya Galakkan Program “Kampung Jaga COVID-19” di RT/RW

Satgas Lawan COVID-19 RT 04 RW 13 Perum Kebraon Indah Permai, Kota Surabaya, bersama warga bergotong-royong melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya. (Foto: Antara/Dok Satgas Perum Kebraon)

SURABAYA, SATUHARAPAN.COM – Pemerintah Kota Surabaya menggalakkan program “Kampung Jaga COVID-19” di sebagian besar RT dan RW Kota Surabaya, Jawa Timur, sebagai upaya memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona jenis baru atau COVID-19.

Sekretaris Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir, di Surabaya, Kamis (21/5), mengatakan dengan adanya program itu, RT dan RW ikut berperan aktif dengan mendata warga yang sakit dan warga yang miskin selama pandemi COVID-19.

“Ada empat gerak yang harus diperhatikan untuk menjalankan program itu, yakni gerak data, gerak edukasi, gerak kontrol, dan gerak lapor,” katanya.

Menurut dia, agar empat gerak tersebut bisa dilaksanakan RT dan RW, pihaknya menekankan agar Pemkot Surabaya membuat standar operasional prosedur (SOP).

“Ini agar semua RT dan RW dalam menjalankan program ‘Kampung Jaga COVID-19’ semuanya bisa sama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, sosialisasi melalui tokoh-tokoh masyarakat mengenai hal-hal yang penting dalam penanganan COVID-19 perlu digencarkan, misalnya jaga jarak sosial dan fisik, berada di rumah, cuci tangan dengan sabun, tutup jika bersin dan batuk, wajib pakai masker, dan lainnya.

“Sosialisasi haru terus dan gencar dilakukan pemkot, bisa melalui media massa misalnya koran, radio, televisi, media daring, medsos, dan lainnya,” katanya.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M Fikser mengatakan, menekan penyebaran COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan juga warga hingga tingkatan RT maupun RW.

“Kami minta kepada seluruh pengurus RT/RW, kepada semua warga, untuk menutup akses-akses pintu gang, buatlah semua akses keluar masuk menjadi satu pintu,” katanya.

Ia menyebutkan di setiap akses keluar masuk itu sebaiknya juga ada petugas atau ada partisipasi warga untuk mengecek setiap orang yang datang. Partisipasi masyarakat dalam mitigasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran COVID-19. (Ant)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home