Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Melki Pangaribuan 16:43 WIB | Selasa, 15 Januari 2019

PENABUR Panen Bibit Juara Catur di Festival Chess in School

PENABUR Panen Bibit Juara Catur di Festival Chess in School
Peserta didik dari tingkat SD PENABUR Jakarta sedang melakukan pemanasan dengan bermain catur sebelum dimulainya lomba pada Festival “Chess in School” di Aula SMAK 1 PENABUR, Jalan Tanjung Duren Raya No.4, Jakarta Barat, hari Sabtu (12/1). (Foto-foto: Melki Pangaribuan)
PENABUR Panen Bibit Juara Catur di Festival Chess in School
Jonathan Antony, Juara I Catur di Pekan Olahraga Provinsi Banten tahun 2018, SMAK PENABUR Gading Serpong.
PENABUR Panen Bibit Juara Catur di Festival Chess in School
Hadiantono Juwono, Ketua BPK PENABUR Jakarta.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – BPK PENABUR Jakarta bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) mengumumkan juara catur perorangan SD Putra dan Putri, SMP Putra dan Putri dan SLTA Putra dan Putri serta beregu yang mengikuti lomba pada Festival “Chess in School” di Aula SMAK 1 PENABUR, Jalan Tanjung Duren Raya No.4, Jakarta Barat, hari Sabtu (12/1).

Salah satu peserta kegiatan tersebut, Timothy Gabriel Pek (8 tahun) dari SDK 2 PENABUR, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba catur yang diadakan oleh PENABUR Jakarta. Dia mengikuti kegiatan lomba bersama teman-teman satu sekolahnya.

Satu tim itu terdiri dari Timothy, Vincent dan Nicolas, yang merupakan satu ekstrakurikuler dari sekolah yang beralamat Jalan Pembangunan I, Petojo Utara, Gambir, Kota Jakarta Pusat. Timothy mengaku senang mengikuti lomba tersebut.

“Perasaan saya senang ikut lomba ini,” kata Timothy kepada satuharapan.com saat mencoba bermain catur dengannya.

Usai bermain catur kurang lebih 10 menit, Timothy mengaku kesulitannya yang kurang teliti dalam bermain catur. Dia mengatakan baru menyukai permainan catur belum lama ini. “Aku memang suka begitu. Kesulitannya biasa kurang teliti,” katanya seraya berharap ke depan dalam bermain catur dapat lebih teliti lagi.

Jonathan Antony, Juara I Catur di Pekan Olahraga Provinsi Banten tahun 2018, SMAK PENABUR Gading Serpong, menceritakan pengalamannya menyukai permainan catur sejak dari kecil. Ia dibujuk ibunya saat menyantap lauk makanan seraya bermain catur.

“Makannya yang tadinya satu jam jadi lima belas menit saja. Dari situ tertarik bermain catur, apalagi Papa-Mama itu jago Matematika dan catur. Dalam prosesnya saya terus berlatih catur hingga mengikuti kejuaraan nasional,” kata Antony kepada satuharapan.com.

Menurut dia, yang paling terkesan dan menantang dalam permainan catur itu ketika menghadapi orang yang lebih hebat darinya. “Kadang kita merasa gugup, tapi di hati kita jangan gugup. Tapi mental kita harus kuat, yakin bisa menang dan mengalahkan lawan catur kita,” kata Antony yang pernah mengikuti perlombaan catur bertaraf internasional di Yogyakarta pada tahun 2016.

Baca juga: PERCASI-BPK PENABUR Siapkan Generasi Milenial Catur RI 2019

Hadiantono Juwono, Ketua BPK PENABUR Jakarta, mengatakan edukasi catur di sekolah juga bermanfaat untuk perkembangan siswa-siswi, seperti mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta kedisiplinan.

“Salah satu targetnya ingin mendapatkan beberapa bibit pemain catur dari peserta didik PENABUR Jakarta untuk dikembangkan mengikuti berbagai kompetisi catur dalam turnamen-turnamen olahraga, khususnya yang terdekat pada SEA Games 2019,” kata Antono Yuwono sapaan akrabnya.

Menurut Antono, dampaknya, kita sendiri bisa menilai selain aspek baik dari olahraga, seperti memupuk aspek sportivitas, keuletan, tangguh, dan kesabaran. Itu semua terpupuk dengan baik, tapi secara khususnya untuk catur untuk mengembangkan konsentrasi otak kanan. Konsentrasi untuk otak kanan dapat berkembang untuk membantu memperbaiki gejala-gejala penyakit alzheimer atau yang sudah kena, serta stroke,” katanya.

Dia menilai, zaman sekarang cukup banyak anak-anak yang sulit berkonsentrasi akibat pengaruh gadget, gawai. Menurutnya bermain catur dapat membantu anak dalam berkonsentrasi berpikir.

“Jadi selain konsentrasi berpikir, bermain catur dapat membantu anak-anak dalam mengambil sikap dan keputusan dalam langkah-langkahnya ke depan, memikirkan rencana langkah lawannya, kemungkinan potensi-potensi langkahnya, serta strategi langkahnya dalam beberap langkah hingga mencapai tujuan pada akhirnya. Jadi ada kesimbangan antara otak kiri dan otak kanan,” katanya

Menurut Antono, pertandingan kali ini diikuti sebanyak 140 siswa-siswi SD, 80 siswa-siswi SMP, 62 siswa-siswi SLTA dari BPK PENABUR Jakarta. Dari total 283 peserta, berikut ini daftar nama juara catur dari peserta Festival “Chess in School” 2019.

Juara Perorangan SD Putra

Juara 1: MIRACLE CARANG G.B.P. WIBOWO (SDK PENABUR Kota Wisata)

Juara 2: KEVIN IMMANUEL WIRAWAN (SDK 3 PENABUR)

Juara 3: GRAYSON CLAY TEDJASAPUTRA (SDK 1 PENABUR)

Juara Perorangan SD Putri

Juara 1: VANESSA (SDK 1 PENABUR)

Juara 2: FELICIA VALLERY HALOM (SDK PENABUR Kota Wisata)

Juara 3: OLIVIA CHRISTIE EMMANUEL (SDK 6 PENABUR)

Juara Perorangan SMP Putra

Juara 1: ABELARD RAFAEL JEREMIA WIDLAN (SMPK 4 PENABUR)

Juara 2: MARVELLINO WINATA (SMPK PENABUR Harapan Indah)

Juara 3: EVAN EBENHAEZER (SMPK 3 PENABUR)

Juara Perorangan SMP Putri

Juara 1: MICHELL GABRIELA YANG (SMPK 3 PENABUR)

Juara 2: NADYA DEANDRA (SMPK Gading Serpong)

Juara 3: FELICIA (SMPK 1 PENABUR)

Juara Perorangan SLTA Putra

Juara 1: ALDEN MOENTORO (SMAK 1 PENABUR)

Juara 2: DARELLN PRIYANTO (SMAK 2 PENABUR)

Juara 3: HANS ALDI (SMAK 5 PENABUR)

Juara Perorangan SLTA Putri

Juara 1: LOLITA (SMAK 7 PENABUR)

Juara 2: ALEXANDRINA SOESANTO (SMAK 5 PENABUR)

Juara 3: EVELYN TANUWIJAYA (SMAK PENABUR Gading Serpong)

Juara SD - Beregu Putra

Juara 1: SDK 3 PENABUR

Juara 2: SDK 6 PENABUR

Juara 3: SDK PENABUR Kota Jababeka

Juara SD - Beregu Putri

Juara 1: SDK 6 PENABUR

Juara 2: SDK PENABUR Depok

Juara 3: SDK 3 PENABUR

Juara SMP - Beregu

Juara 1: SMPK 2 PENABUR

Juara 2: SMPK 7 PENABUR

Juara 3: SMPK PENABUR Harapan Indah

Juara SLTA - Beregu

Juara 1: SMAK PENABUR Gading Serpong

Juara 2: SMAK 3 PENABUR

Juara 3: SMAK 5 PENABUR

Bintang juara catur dunia, International Master (IM) & Woman Grandmaster (WGM) Irine Kharisma Sukandar menunjukkan aksinya dengan melakukan permainan catur secara simultan dengan pelajar PENABUR pada Festival “Chess in School” di Aula SMAK 1 PENABUR, Jalan Tanjung Duren Raya No.4, Jakarta Barat, hari Sabtu (12/1). 

Sebelumnya dari awalnya yang mendaftar 274 peserta menjadi 283 peserta mengikuti kegiatan Festival “Chess in School” 2019, terdiri dari turnamen, hiburan, dan edukasi catur yang berlangsung dari pukul 08.00-16.30 WIB di Aula SMAK 1 PENABUR, Jalan Tanjung Duren Raya No.4, Jakarta Barat, hari Sabtu (12/1). Peserta didik merupakan siswa-siswi dari jenjang SDK, SMPK dan SLTAK PENABUR Jakarta.

Turnamen terbagi ke dalam tiga jenis perlombaan yaitu beregu, perorangan putra, dan perorangan putri. Sebanyak 26 guru dan karyawan BPK PENABUR Jakarta pun turut serta dalam perlombaan.

Dewan Pembina PB PERCASI Eka Putra Wirya mengatakan, “Chess in School” diharapkan dapat menemukan bibit-bibit unggul generasi milenial catur di Indonesia.

“Permainan dan pertandingan catur online memudahkan generasi milenial selain untuk mengasah kemampuan catur mereka tetapi juga melatih mereka untuk berpikir secara strategi,” katanya.

Di kesempatan itu, para pelajar bertemu bintang juara catur dunia. Mereka menunjukkan aksinya dengan melakukan permainan catur secara simultan dengan pelajar PENABUR.

Hadir pada hari itu, di antaranya: Women FIDE Master (WFM) Samantha Edithso, SMPK PENABUR Bandung, Women FIDE Master (WFM) Christine Elisabeth, Alumni SDK PENABUR Gading Serpong, Master Percasi Wanita (MPW), Cecilia Natalie Liuvian, SMPK PENABUR Paledang Bogor, dan Jonathan Antony, Juara I Catur di Pekan Olahraga Provinsi Banten tahun 2018, SMAK PENABUR Gading Serpong.

Turut diundang juga Grandmaster (GM) Susanto Megaranto, International Master (IM) Sean Winshand Cuhendi, International Master (IM) & Woman Grandmaster (WGM) Irine Kharisma Sukandar, International Master (IM) Taufik Halay, dan Grandmaster (GM) Utut Adianto.  

Deputi Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta, Elika Dwi Murwani menyampaikan bahwa bermain catur bukan hanya untuk mengalahkan orang lain, “Chess in School” justru menjadi ajang untuk mengasah jati diri para siswa untuk mengalahkan diri sendiri.

“Melalui kegiatan catur di sekolah, siswa-siswi dapat mengembangkan kemampuan dan bakat untuk lebih berpikir strategis, disiplin, menguasai diri, serta melatih mental dalam berkompetisi,” katanya.

Catur menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Sea Games 2019 di Manila, 30 November – 11 Desember mendatang. Diharapkan melalui “Chess in School”, dapat lahir generasi milenial catur yang membanggakan Indonesia.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home