Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 07:14 WIB | Sabtu, 09 Februari 2019

Pendosa Menjadi Penjala Manusia

Ketaatan memang melampaui rasio, juga pengalaman.
Pendosa Menjadi Penjala Manusia (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga” (Luk. 5:5). Demikianlah tanggapan Simon ketika Yesus memintanya menebarkan jala.

Para nelayan andal itu telah bekerja sepanjang malam, namun tidak menangkap apa-apa. Mereka telah bekerja keras semalaman dan hasilnya nihil. Sebagai nelayan kawakan Simon tidak malu mengakui bahwa mereka telah gagal, tiada hasil.

Sekarang ada bersama mereka seorang guru dari pegunungan Nazaret. Dia memang jago mengajar, tetapi jelas bukan nelayan. Dengan kata lain, Simon hendak menegaskan, ”Kami saja tak dapat menangkap ikan satu pun, apa lagi Engkau!” Namun, ini yang penting dalam kalimat Simon, ”Tetapi, karena Engkau yang menyuruh kami taat!”

Di sini kita bisa belajar dari Simon. Secara rasio dan pengalamannya selaku nelayan, mereka tak mungkin mendapatkan ikan. Akan tetapi, ketaatan memang melampaui rasio, juga pengalaman. Ketaatan itulah yang hendak diperlihatkan Simon di sini. Dia taat meski hati dan otaknya sulit menerima perintah itu. 

Ketaatan itu membawa berkat. Tindakan Simon itu membuahkan hasil di luar dugaan Simon sendiri. Begitu banyak ikan yang tertangkap sehingga mereka perlu bantuan dari nelayan-nelayan lain. Jala mereka sarat dengan ikan. Bahkan mulai koyak.

Menarik diperhatikan, ketika Simon menyaksikan peristiwa tersebut, dia tidak merasa sebagai orang yang diberkati. Dia tidak memuji-muji Yesus atas perbuatan-Nya itu. Dia juga tidak merasa bahwa dia pantas menerima semuanya itu. Tidak. Sama sekali tidak.

Sebaliknya, Simon tersungkur di hadapan Yesus dan berkata, ”Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa” (Luk. 5:8). Simon merasa tak layak berdekatan dengan Yesus. Bahkan, Simon meminta Yesus segera menjauh darinya karena dia merasa berdosa. Dan kelihatannya kesadaran diri itulah yang membuat Sang Guru memanggilnya menjadi penjala manusia.

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home