Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Ignatius Dwiana 16:49 WIB | Jumat, 02 November 2018

Peneliti: Kontestasi dalam Ruang Politik Susah Diidentifikasi

Diskusi 'Memetik Kemanisan Politik di Kebun Sendiri' di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta (Foto: PMKRI)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM -  Staf peneliti Politik Governance Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (PolGov Fisipol UGM) Yonatan Hans Luter Lopo menyebutkan kontestasi dalam ruang politik itu susah diidentifikasi. Hal tersebut disebutkan dalam diskusi 'Memetik Kemanisan Politik di Kebun Sendiri' di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta (30/10) dalam rilis yang diterima (1/11).

Yonatan Hans Luter Lopo mengungkapkan bahwa begitu susah mengidentifikasi baik ruang politik lokal maupun pusat. Dia mencontohkan dengan pilkada DKI beberapa waktu lalu yang berhasil mendudukan Anis Baswedan sebagai Gubernur. 

“Pilkada DKI kemarin itu kontestasi politik lokal atau nasional? Tentu cukup susah kita mengklasifikasinya, semua tergantung prespektif apa yang kita gunakan” tuturnya.  

Dia melihat politik lokal itu terkait beberapa Aspek. Pertama, lokus level. Kedua, batas teritori seperti unit administrasi, kependudukan, representasi identitas, kontestasi kekuasaan, kegiatan ekonomi, dan sebagainya. Ketiga, tempat dan ruang. 

Dia menilai karateristik pemerintahan demokrasi lokal bisa dilacak mulai dari pola relasi dan kuasa dalam konteks lokal. Seperti dalam hal pembangunan demokrasi, karakter pemerintahan dalam berbagai konteks lokal, peta gerakan masyarakat sipil dan kapasitas pemerintahan lokal dalam mengelola sumber daya teritorinya. Elitisme terjadi karena adanya gap kewarganegaraan antara elit dan massa dalam dalam hal kontrol atas sumber daya teritorinya. 

 

Back to Home