Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 21:28 WIB | Kamis, 18 Juli 2019

Penerima Beasiswa Harus Pikirkan Kontribusi untuk Indonesia

Menteri Kominfo Rudiantara swafoto bersama Calon Penerima Beasiswa S2 ke India dan Republik Rakyat Tiongkok di Ruang Rapat Lantai 7, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (15/7/2019). - (Foto: kominfo.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan penerima beasiswa selama menjalani perkuliahan dapat menjalin hubungan dengan pelaku industri di negara tujuan belajarnya. Menurut Rudiantara, sangat penting bagi mereka untuk berpikir jauh ke depan tentang kontribusi yang akan mereka berikan di masa yang akan datang bagi Indonesia.

"Manfaatkan ini untuk teman-teman senantiasa berpikir untuk ke depan, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, lihat apa yang akan terjadi dan bagaimana saya akan memberi kontribusi,” katanya saat memberikan arahan kepada Calon Penerima Beasiswa S2 ke India dan China di Ruang Rapat Lantai 7, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (15/7), yang dilansir situs resmi kominfo.go.id.

Menteri Rudiantara mendorong penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi luar negeri, untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan ekonomi digital pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Menteri Kominfo pusat pengembangan sumberdaya manusia untuk ekonomi digital itu terkenal dengan sebutan 3 B. "Ada tiga sebetulnya disebut 3B, Bay Area, San Fransisco, Silicon Valley, kemudian Beijing dan Bangalore,” kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan, pada tahun 2030 ekonomi Indonesia akan menduduki posisi 5 besar di dunia, sedangkan India dan China akan menduduki peringkat teratas. "Kenapa orientasi saya itu ke China dan India, karena mereka yang akan menguasai nanti. India dan China  merupakan negara yang dipilih menjadi tujuan belajar para penerima beasiswa. Kedua negara tersebut merupakan negara-negara yang perkembangan ekonomi digitalnya sangat pesat," kata Rudiantara.

Kementerian Kominfo saat ini memberikan fokus yang besar kepada pengembangan sumber daya manusia, salah satunya adalah dengan cara meningkatkan anggaran untuk program-program pengembangan SDM seperti Digital Talent Scholarship dan beasiswa. "Di Kominfo anggaran untuk pengembangan sumber daya manusia selalu dilipatkan setiap tahun," kata Rudiantara.

Seleksi peserta program beasiswa telah berlangsung bulan April lalu. Pendaftaran terbuka untuk PNS dan masyarakat umum, yang memiliki minat untuk menempuh pendidikan terkait Public Policy dan Teknologi Informasi,  untuk mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

Kementerian Kominfo akan mengirim 18 orang penerima Beasiswa Pascasarjana ke Tsinghua University di China dan International Institute of Information Technology Bangalore di India, dengan rincian masing-masing perguruan tinggi sebanyak 9 orang. Penerima beasiswa berasal dari berbagai instansi termasuk ASN, Kominfo dan di luar Kominfo, aktivis sosial, perguruan tinggi, dan korporasi.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home