Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 21:16 WIB | Sabtu, 08 Februari 2020

Pengacara Kanada Gugat Iran Terkait Penembakan Pesawat Ukraina

Gugatan Class Action dengan tuntutan ganti rugi sebesar US$ 1,1 miliar.
Iran menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing pesawat Ukraina yang ditembak jatuh oleh peluru kendari Iran. TIndakan itu untuk membersihkan bukti-bukti serangan rudal. (Foto: dok. AP)

TORONTO, SATUHARAPAN.COM-Pengacara Kanada, yang sebelumnya berhasil menggugat Iran, sedang mengupayakan gugatan kelas (class action) atas nama korban dalam pesawat Ukraina yang ditembak jatuh oleh militer Iran di Teheran bulan lalu. Gugatan itu menuntut setidaknya US $ 1,1 miliar sebagai kompensasi.

Gugatan itu menyebut pemimpin tertinggi Iran, Pengawal Revolusi dan lainnya sebagai terdakwa, menurut laporan Reuters, Sabtu (8/2).

Iran mengakui misil-misilnya menabrak pesawat Ukraina secara tidak sengaja pada 8 Januari, menewaskan semua 176 orang di dalam pesawat Ukraina tersebut, termasuk 57 warga negara Kanada.

Penggugat utama dalam kasus ini bersifat anonim, yang sebelumnya diidentifikasi sebagai John Doe, dan digambarkan sebagai keluarga dekat bagi korban yang diidentifikasi sebagai Jack Doe.

Pengajuan itu mengatakan identitas John Doe harus dilindungi karena risiko bahwa "keluarganya di Iran akan berisiko bahaya atau mati oleh rezim Iran."

Gugatan itu menuduh bahwa jatuhnya pesawat adalah "tindakan disengaja dan serangan terorisme yang disengaja." Otoritas Iran belum berkomentar atas gugatan ini.

Perkara Korban Pemboman

Jonah Arnold adalah penasihat utama dengan ayahnya Mark Arnold, yang telah mewakili klien dalam beberapa tuntutan terhadap Iran, termasuk keputusan banding pada tahun 2017 yang menyebabkan penyitaan beberapa aset Iran di Kanada.

Putusan tahun 2017 adalah dalam kasus yang dibawa oleh korban pemboman, pembunuhan dan penculikan warga Amerika Serikat yang oleh pengadilan AS disebutkan diperintah oleh Iran. Namun penggugat tidak bisa mengklaim sebesar US$ 1,7 miliar dalam putusan di Amerika Serikat.

Tidak jelas apakah Iran memiliki aset yang tersisa di Kanada. Arnold mengatakan kasus ini kemungkinan akan terungkap selama bertahun-tahun, dan keputusan apa pun dapat diperbarui dan ditegakkan di masa depan.

"Memberikan suara untuk keluarga dan mencari kompensasi bagi mereka di pengadilan adalah tujuan utama," kata Jonah Arnold, dikutip Reuters. "Ketika kita sampai di sana, dan kita perlu mencari aset-aset itu, itulah yang akan kita lakukan."

Selain Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang lain yang disebutkan dalam gugatan tersebut adalah komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRCG), termasuk kepala unit yang bertanggung jawab menembak jatuh pesawat, Amirali Hajizadeh.

Negara-negara asing biasanya tidak berada dalam yurisdiksi pengadilan Kanada. Sebuah undang-undang Kanada tahun 2012 membatasi imunitas bagi negara-negara yang tercantum dalam daftar Ottawa sebagai "pendukung terorisme negara asing," saat ini adalah Iran dan Suriah.

Gugatan itu diajukan pada 24 Januari di Toronto, tetapi tidak jelas apakah gugatan itu telah disampaikan kepada terdakwa di Iran. Arnold mengatakan pemerintah Kanada diharuskan untuk memastikan hal itu terjadi, dan bahwa dia telah menerima konfirmasi bahwa gugatan itu sedang dalam perjalanan. Pejabat urusan luar negeri Kanada belum berkomentar.

Kasusnya adalah Doe melawan Republik Islam Iran dkk, Pengadilan Tinggi Ontario, No. CV-20-635078.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home