Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 21:47 WIB | Rabu, 05 Juli 2017

Pengadilan India Izinkan Jasad Guru Spiritual Disimpan di Lemari Es

Pengikut Ashutosh Maharaj di depan poster pada 14 Desember 2014. (Foto: AFP)

NEW DELHI, SATUHARAPAN.COM - Pengadilan India pada hari Rabu (5/7) mengizinkan keinginan pengikut sebuah sekte untuk menyimpan mayat guru spiritualnya di dalam lemari es agar tetap utuh, karena mereka percaya bahwa gurunya masih dalam keadaan meditasi yang dalam dan akan kembali hidup.

Ashutosh Maharaj, pendiri sekte Divya Jyoti Jagriti Sansthan (Misi Kebangkitan Terang Ilahi) yang asetnya jutaan dolar, meninggal karena serangan jantung pada Januari 2014. Namun para pengikutnya bersikeras bahwa tubuh gurunya berada dalam keadaan spiritual yang dalam yang disebut samadhi dan secara kontroversial telah menyimpan jasadnya di dalam sebuah lemari es dan dijaga ketat di negara bagian utara Punjab.

Hari Rabu (5/7) Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana akhirnya menolak permohonan Dalip Kumar Jha (anak Ashutosh Maharaj) yang sudah diajukan tiga tahun sebelumnya, supaya tubuh ayahnya dikremasi sesuai ritual Hindu.

Pengacara Dalip Kumar Jha, SP Soi mengatakan kepada AFP bahwa tidak jelas apakah pengadilan menyetujui argumen sekte bahwa Maharaj masih hidup. "Tapi mereka menolak permohonan kami, sangat mengecewakan dan kami akan melawannya di Mahkamah Agung," kata Soi. 

Hakim menolak permohonan yang diajukan ke pengadilan pada tahun 2014 yang memerintahkan kremasi setelah dokter mengkonfirmasi kematian Ashutosh Maharaj secara klinis. Murid-muridnya menentang perintah kremasi pengadilan tersebut dengan mengatakan bahwa gurunya baru saja menjalankan meditasi yang lebih mendalam, seperti meditasi yang biasa gurunya lakukan di Himalaya pada suhu di bawah nol.

Sang guru, yang berusia tujuh puluhan tahun, mendirikan sekte tersebut di kota Jalandhar di Punjab pada tahun 1983 untuk mempromosikan "kebangkitan diri dan perdamaian global", dengan jutaan pengikut di seluruh dunia dan kini memiliki properti sekitar 120 juta dolar AS yang tersebar di India, Amerika Serikat, Amerika Selatan, Australia, Timur Tengah dan Eropa.

Dalip Kumar Jha mengklaim bahwa nama sebenarnya ayahnya adalah Mahesh Kumar Jha dan dia meninggalkan desa asalnya di negara bagian Bihar timur pada akhir tahun 1970an sebelum mendirikan sekte tersebut.

Dalip Kumar Jha dan mantan sopir Ashutosh Maharaj mengajukan petisi ke pengadilan segera setelah kematian ayahnya menuntut penyelidikan pidana dan menuduh anggota sekte tersebut dengan sengaja menahan jasad ayahnya untuk mengendalikan aset keuangannya yang besar.

Ashutosh Maharaj adalah salah satu dari beberapa guru yang dalam beberapa dekade terakhir telah membangun kerajaan besar dan memiliki jutaan pengikut, terutama di India utara. Bagi pengikut, guru memainkan peran integral dalam kehidupan sehari-hari, termasuk jalan menuju pencerahan. (AFP)

http://www.satuharapan.com/read-detail/read/guru-spiritual-india-meninggal-saat-meditasi-di-freezer

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home