Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 01:52 WIB | Minggu, 09 Juli 2017

Pengumuman Kemenangan di Mosul Sudah Dekat

Pertempuran di Mosul, Irak 5 Juli 2017. (Foto: Reuters)

MOSUL, SATUHARAPAN.COM - Pemerintah Irak tak lama lagi akan mengumumkan akhir kemenangan dalam pertempuran merebut kembali Kota Mosul dari kelompok ISIS, seorang jenderal Amerika Serikat mengatakan pada hari Sabtu (8/7).

"Pengumuman sebentar lagi," kata Brigadir Jenderal Robert Sofge di markasnya di Baghdad kepada AFP.

"Saya tidak ingin berspekulasi apakah hari ini atau besok tapi saya pikir ini akan segera terjadi," kata dia.

Sementara itu, militan ISIS pada hari Sabtu bersumpah untuk berjuang sampai mati mempertahankan kota terakhir mereka di Kota Mosul melawan pasukan Irak yang didukung Amerika Serikat, biro media ISIS Amaq melaporkan.

"Seluruh pejuang bersama-sama bersumpah (melawan) sampai mati di Maydan," lapor Amaq, merujuk sebuah wilayah di sekitar tepi sungai Tigris tempat pertahanan terakhir mereka.

Sedangkan pasukan keamanan Irak diharapkan dapat menguasai Mosul pada beberapa jam berikutnya karena garis pertahanan ISIS sudah ambruk, TV pemerintah melaporkan.

Serangan udara dan artileri menggebrak benteng terakhir gerilyawan di kota tersebut saat asap hitam mengepul di atasnya, kata kru Reuters TV.

"Kami sekarang melihat beberapa meter terakhir dan kemudian kemenangan akan diumumkan," kata seorang komentator TV, mengutip koresponden yang sedang bersama pasukan keamanan bertempur melawan ISIS di Kota Tua Mosul, di tepi sungai Tigris. "Ini tinggal beberapa jam saja," kata dia. 

Seorang juru bicara militer dikutip stasiun TV mengatakan garis pertahanan gerilyawan sudah ambruk. Para komandan Irak mengatakan gerilyawan bertempur dalam jarak dekat dengan penembak jitu, granat dan bom bunuh diri, memaksa pasukan keamanan bertempur dari rumah ke rumah di labirin padat gang sempit.

Koalisi internasional yang dipimpin AS terus memberikan dukungan udara dan darat kepada pasukan Irak sejak delapan bulan lalu untuk merebut kembali Mosul, yang pernah menjadi ibu kota de facto ISIS di Irak.

Berbulan-bulan perang kota itu mengakibatkan 900.000 orang mengungsi, sekitar setengah dari populasi pra-perang kota tersebut, dan membunuh ribuan orang, menurut organisasi bantuan.

Mosul sejauh ini merupakan kota terbesar yang dikuasai ISIS dalam ofensifnya sejak tiga tahun lalu di mana kelompok ultra-garis keras tersebut mengumumkan "kekhalifahannya" atas wilayah-wilayah di antara Irak dan Suriah.

Dilucuti dari Mosul, dominasi ISIS di Irak akan berkurang menjadi hanya di daerah pedesaan, gurun barat dan selatan kota dimana puluhan ribu orang tinggal. ISIS diperkirakan akan terus menyerang beberapa target di Irak. (AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home