Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 07:38 WIB | Kamis, 03 September 2015

Pengurus PASI Daerah Nasihati Sodiq Setia di Yogyakarta

Pengurus PASI Daerah Nasihati Sodiq Setia di Yogyakarta
Nur Sodiq (kaus merah) menerima pengalungan medali emas oleh Pengurus PASI DIY, Teguh Prasetyo (kiri) di podium juara lari 5000 meter putra pada Kejuaraan Nasional Atletik 2015 di Stadion Gelora Atletik Rawamangun, Jakarta, Rabu (2/9) (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Pengurus PASI Daerah Nasihati Sodiq Setia di Yogyakarta
Nur Sodiq (nomor dada 105) saat berlaga di lari 5000 meter putra mencoba mendahului Acong Tio (nomor dada 301) asal Jawa Barat.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PASI DIY), Teguh Prasetyo memberi nasihat ke pelari putra nomor 5000 meter yang menyumbang medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2015, Nur Sodiq agar dia tetap tergabung di bawah PASI DIY, dan jangan berpaling ke daerah lain.   

Sodiq yang berhasil meraih medali emas pada hari Rabu (2/9) mengiyakan ajakan tersebut dengan senyuman dan anggukan sebagai tanda hormat kepada orang yang dituakan.  

“Tadi Pak Teguh (Pengurus PASI DIY, Teguh Prasetyo, red) ngasih saran (ke saya, red), katanya kalau bisa raihan waktu saya dipertahankan, dan kalau bisa ditingkatkan. Beliau juga pesan tetap di Jogja (Yogyakarta, red), soalnya banyak dari Jogja (atlet Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, red) kalau sudah bagus mainnya terus pindah daerah,”  kata Sodiq  kepada satuharapan.com setelah upacara penyerahan medali di  Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, hari Rabu (2/9) di Stadion Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta.

“Pak Teguh ingin saya bertahan, karena biasanya kalau atlet kayak begitu (pindah ke provinsi lain, red)   karena kurang perhatian dari daerah,” Sodiq menambahkan.

Tanpa malu-malu Sodiq mengatakan Rini Budiarti adalah salah satu contoh atlet yang berpindah daerah.

“Contohnya itu mbak Rini (Rini Budiarti pelari gawang putri Indonesia, red), dulu aslinya Gunung Kidul terus pindah ke Jakarta,” kata pelari putra yang biasa berlatih di sekitar Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul tersebut.

“Pak Teguh bilang ke saya, kalau bisa banggakan orang tua dan Yogyakarta, sebelum nantinya membanggakan Indonesia,” Sodiq menambahkan.

Rini Budiarti

Seperti dikutip Antara, Rini Budiarti adalah pelari kelahiran Gunung Kidul, Provinsi DIY, dia pernah memperkuat Provinsi Jawa Tengah, kemudian dia juga pernah pindah ke Kalimantan Timur, sebelum kini memperkuat  Provinsi DKI Jakarta.

Rini mempersembahkan emas bagi Indonesia di nomor lari halang rintang putri  3000 meter di SEA Games 2015.  Pada ajang tersebut Rini  mencatatkan waktu tercepat 10 menit 20,40 detik.  Setelah SEA Games 2015, Rini memutuskan pensiun dari tim nasional atletik Indonesia.

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home