Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 11:45 WIB | Jumat, 12 Januari 2018

Peraih Golden Globe Frances McDormand Puji Kekuatan Perempuan

Frances McDormand bersama putranya, Pedro McDormand Coen, dan suaminya, sutradara Joel Coen. (Foto: nytimes.com)

BEVERLY HILLS, SATUHARAPAN.COM – Kemenangan film Three Billboard Outside Ebbing, Missouri di ajang penghargaan Golden Globes tahun ini menarik perhatian dan cukup mengejutkan pengamat perfilman. Namun, tak seorang pun mempertanyakan, atau meragukan, ketika Frances McDormand, pemain utamanya, membawa pulang penghargaan sebagai aktris terbaik.

Asosiasi wartawan asing di Hollywood menobatkan Frances McDormand sebagai Aktris Terbaik kategori Drama melalui film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri dalam acara tahunan Penghargaan Golden Globe yang ke-75 di Hotel Beverly Hilton pada tanggal 7 Januari 2018, di Beverly Hills, California.

Ia meraih kemenangan atas perannya sebagai ibu yang menuntut keadilan dan berusaha menyelidiki kematian putrinya yang jadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Frances McDormand jauh dari gambaran aktris Hollywood yang identik dengan kemewahan, yang biasa berpenampilan glamour. Ia tidak seperti aktris lain yang tampil anggun ketika melenggang di karpet merah dan jadi sasaran sorotan kamera. Aktris berusia 60 tahun ini, mengutip dari IMDb, bahkan tidak terlalu menyukai seremonial seperti pesta penyerahan penghargaan malam itu.

Namun, kali ini berbeda. Bukan karena merasa di atas angin mendapatkan banyak nominasi, pesta penyerahan penghargaan kali ini ada pengecualian bagi Frances McDormand. Ia merasa penting untuk hadir di tengah maraknya gerakan #MeToo dan Time’s Up, yang melibatkan pelaku industri hiburan di Amerika.

Dikutip dari VOA, saat menerima penghargaan McDormand mengatakan sebenarnya tidak suka membicarakan politik. Politik masuk dalam wilayah sangat pribadi dalam kehidupannya. Namun, malam itu ia menyatakan mendukung gerakan #MeToo, yang memicu pembicaraan besar-besaran mengenai berbagai kasus pelecehan seksual di Hollywood dan tempat kerja lain di Amerika, dan membuahkan kelompok advokasi Time’s Up, sebuah gerakan yang membantu memberikan bantuan hukum bagi korban kekerasan seksual, pelecehan, dan ketidaksetaraan di tempat kerja.

Di dalam pidato kemenangan ia mengatakan, “Saya menjaga politik saya tetap pribadi, tapi sangat menyenangkan berada di ruangan ini malam ini, dan menjadi bagian dari tectonic shift dalam struktur kekuatan industri kita," katanya, menggambarkan dahsyatnya gerakan itu.

Ia menegaskan, para wanita di ruangan pesta penghargaan itu hadir pada malam itu bukanlah karena alasan jamuan makan. Para wanita itu hadir untuk apa yang telah mereka kerjakan selama ini. Ia memuji kekuatan kaum wanita.  

Sama sepeti sebagian besar hadirin, McDormand pun mengenakan busana warna hitam malam itu, untuk menandai dukungan terhadap gerakan #MeToo dan Time’s Up.

Putri Angkat Pendeta

Pengamat perfilman menyebutnya antitesa dari bintang Hollywood yang selama ini dikenal. Jauh dari citra kemewahan, Frances McDormand selalu tampil apa adanya.

Fran, panggilan akrabnya, disebutkan dilahirkan di Chicago, Illinois, 23 Juni 1957, tanpa tahu orangtua kandungnya. Sejak bayi, bersama dua orang lain yang kemudian menjadi saudaranya, Fran yang memiliki nama lengkap Frances Louise McDormand, diadopsi oleh pasangan Noreen Eloise (Nickleson), perawat berasal dari Ontario, Kanada, dan Vernon Weir McDormand, pendeta asal Nova Scotia, Kanada. 

Ia tumbuh besar di Monessen, Pennsylvania. Mengutip dari IMDb, ia meraih gelar BA di bidang teater di Bethany College dan meraih gelar MFA dari Yale pada 1982.

Mengawali kariernya di panggung teater, Frances McDormand mulai mendapatkan peran di film layar lebar dengan membintangi Blood Simple (1984). Di film itu ia bekerja sama dengan sutradara dan produser Joel Coen, yang kemudian mempersuntingnya.

Sejak saat itu, ia acap kali berkolaborasi dengan Coen dan adiknya, Ethan Coen, yang menekuni dunia yang sama.

Pengakuan atas kemampuannya berakting ditandai dengan penghargaan-penghargaan yang ia terima, termasuk penghargaan tertinggi Academy Award yang lebih dikenal dengan nama Oscar. Tercatat empat kali ia masuk dalam daftar nominasi peraih Oscar, melalui aktingnya dalam Mississippi Burning (1988), Fargo (1996), Almost Famous (2000), dan North Country (2005).

Piala Oscar akhirnya ia raih atas perannya dalam film Fargo untuk kategori aktris terbaik, dalam malam upacara tahunan ke-69 yang berlangsung 24 Maret 1997. Ia tercatat sebagai aktris ke-111 yang menerima Piala Oscar.

Pengamat perfilman menyebut kekuatan akting McDormand terletak pada penjiwaan. Ia menyatu dengan karakter yang ia mainkan. Marge Gunderson, peran yang ia mainkan dalam film Fargo, akhirnya tercatat dalam sejarah perfilman sebagai tokoh “Pahlawan Terbaik” urutan 33 dari 100 tokoh baik ataupun antagonis versi American Film Institute sepanjang masa.

Selain untuk layar lebar, McDormand mengantongi piala lain untuk kepiawaiannya berakting di panggung. Pada 2011 ia meraih Piala Tony kategori aktris terbaik untuk penampilannya dalam karya panggung Good People.

Pada 2015, ia meraih Penghargaan Emmy, penghargaan tertinggi di bidang pertelevisian. Ia dinobatkan sebagai aktris terbaik kategori Miniseri atau Film TV dalam Olive Kitteridge (2014), yang diangkat dari novel pengarang Amerika, Elizabeth Strout. Dengan demikian, namanya tercatat sebagai aktris ke-23 yang mengantongi tiga penghargaan dari film layar lebar, film TV, dan panggung.

Pasangan Frances McDormand dan Jol Coen menetap di Manhattan, New York. Pasangan itu mengadopsi seorang anak laki-laki bernama Pedro, yang lahir di Paraguay pada 1994. 

Editor : Sotyati

Back to Home