Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 11:02 WIB | Senin, 09 April 2018

Perbedaan Bukan Halangan Hidup Rukun dalam Keharmonisan

Presiden Joko Widodo pada acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu 7 April 2018. (Foto: Rusman/Biro Pers Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Perayaan Hari Suci Nyepi memberikan inspirasi untuk selalu menjaga keharmonisan hidup sebagai jalan menuju kebahagiaan. Dalam Tri Hita Karana, umat Hindu juga diajarkan untuk menjaga keharmonisan dengan sesama dan alam lingkungan di sekitar kita sebagai perwujudan Srada Bhakti pada Tuhan.

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu ketika memberikan sambutan pada acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu 7 April 2018.

“Umat Hindu juga diminta untuk selalu memegang teguh ajaran Wasudewa Kutum Bhakam, kita semua bersaudara, yang menekankan arti penting persaudaraan yang sejati, karena kita semua berasal dari sumber yang sama yakni dari Tuhan yang Maha Esa,” kata Kepala Negara.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengingatkan, bangsa Indonesia dianugerahi Tuhan sebagai bangsa yang majemuk. Sejumlah 714 suku tersebar di 17 ribu pulau dengan agama, bahasa, dan seni budaya yang berbeda-beda.

Karena itu, perbedaan latar belakang agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu dan hidup rukun dalam keharmonisan. “Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu, tolong-menolong, dan membangun solidaritas sosial kokoh,” kata Presiden.

Presiden juga menegaskan, perbedaan itu tidak harus diseragamkan, tidak juga harus ditiadakan atau bahkan dilenyapkan. Semua perbedaan dan keragaman itu justru harus diikat oleh persaudaraan sejati, diikat oleh kebersamaan, diikat oleh kesadaran yang kuat bahwa kita adalah sebangsa dan setanah air,” katanya.

Presiden meyakini, bangsa Indonesia akan akan tetap berdiri kokoh sampai berwindu-windu lamanya asalkan semua elemen bangsa bersatu. Bersatu menghadapi kebodohan, menghadapi kemiskinan dan keterbelakangan, menjadikan negara ini menjadi negara maju, negara pemenang, negara yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Ajak Umat Hindu Persiapkan Diri Hadapi Tantangan Global

Presiden juga menyampaikan, Perayaan Nyepi tahun ini menjadi sangat istimewa bagi umat Hindu karena bertepatan dengan Hari Suci Saraswati yang diperingati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.

Jika pada saat Nyepi, umat Hindu lebih banyak melakukan kontemplasi diri mulat sarira mengasah budi sebagai upaya pembersihan diri dan alam semesta, pada Hari Suci Saraswati Umat Hindu diajak untuk menyadari betapa penting ilmu pengetahuan, pendidikan untuk mencapai kemuliaan hidup Widya Dhanam, Sarwadhana Pradhanam pengetahuan adalah kekayaan tertinggi, kata Presiden.

Kesadaran tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi untuk mencapai kemuliaan hidup, bukan hanya menjadi inspirasi bagi umat Hindu tetapi juga bagi seluruh elemen bangsa dan negara.

Presiden mengajak seluruh umat Hindu untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kemajuan menyongsong revolusi industri 4.0 serta menyambut inovasi teknologi yang berubah dengan sangat cepat.

Tantangan global mengharuskan Umat Hindu untuk semakin cerdas, semakin kreatif, semakin inovatif dalam merespons perubahan, kata Presiden.

Tidak kalah penting, menurut Presiden, adalah penyiapan pendidikan berkualitas pada anak-anak kita, generasi muda yang menentukan masa depan kita.

Editor : Sotyati

Back to Home