Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 12:35 WIB | Senin, 03 Februari 2020

Peringatan Satu Abad Gereja Zebaoth Bogor Dihadiri Menag

Peringatan Satu Abad Gereja Zebaoth Bogor Dihadiri Menag
GPIB Zebaoth Bogor, menginjak usia satu abad. (Foto: GPIB Zebaoth)
Peringatan Satu Abad Gereja Zebaoth Bogor Dihadiri Menag
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Fachrul Razi, hadir dalam acara peringatan 100 tahun Gereja Zebaoth yang berlokasi di Jalan Ir H Djuanda No 3, Kota Bogor, Kamis (30/1/2020) malam. (Foto: kotabogor.go.id)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Fachrul Razi, hadir dalam acara peringatan 100 tahun Gereja Zebaoth yang berlokasi di Jalan Ir H Djuanda No 3, Kota Bogor, Kamis (30/1/2020) malam. Kedatangannya disambut hangat Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim beserta jemaat gereja.

Tepat berusia satu abad Gereja Zebaoth ini, Menteri Agama Fachrul Razi mengaku senang serta bangga atas kerukunan dan kebersamaan yang terjalin antarumat beragama di Kota Bogor selama ini.

“Saya senang semua dalam situasi yang damai. Kata Wakil Wali Kota Bogor gereja ini adalah gereja yang paling bisa merangkul semua orang. Serta sangat berperan penting dalam membangun kerukunan dan toleransi. Saya kira, kita butuh rumah ibadah seperti ini,” ujarnya.

Kerukunan dan toleransi, ia menambahkan, merupakan modal penting bagi bangsa ini. Bahkan, keduanya juga memiliki peran vital dalam bidang investasi dan wisatawan.

“Islam itu kan rahmatan lil alamin, bagaimana kita menjadikan rahmat alam semesta kalau kita tidak bersahabat dengan alam semesta itu, terutama dengan agama lain,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim sangat berterimakasih atas kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia ke gereja ini. Ia juga berharap, tepat di umur yang satu abad ini, Gereja Zebaoth Kota Bogor dapat menjadi garda terdepan untuk menangkal radikalisme dan perpecahan di Kota Bogor.

“Semoga gereja ini bisa menjadi salah satu garda terdepan membangun toleransi, karena usianya yang sudah menyentuh 100 tahun,” katanya, berharap, seperti dilansir situs resmi kotabogor.go.id.

Benda Cagar Budaya

GPIB Zebaoth Bogor, lengkapnya Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebaoth Bogor, mengutip dari Wikipedia, dikenal juga dengan nama “Gereja Ayam” karena patung ayam di puncak menaranya. Terletak di lingkungan Istana Bogor, dulunya Gereja Zebaoth merupakan tempat kediaman Gubernur Jenderal Belanda.

Pada awalnya, yang beribadah di Gereja Zebaoth hanyalah orang Eropa, sedangkan bagi orang non-Eropa beribadah di gedung gereja Bethel di jalan Sudirman Bogor.

Batu pertama pembangunan gedung gereja ini diletakkan pada 30 Januari 1920 oleh Gubernur Jenderal ke-61, JP Graaf van Limburg Stirum dengan nama “Köningin Wilhelmina Kerk”. Sementara situs web GPIB Zebaoth menyebutkan tanggal 30 Januari 1920 sebagai pentahbisan gedung gereja ini dengan nama “Köningin Wilhelmina Kerk”.

Pada batu itu terukir petikan ayat Alkitab dari Mazmur 43:3 dalam bahasa Belanda, yang artinya “Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!”

Selama dua puluh tahun berikutnya, ke dalam gereja ini para Gubernur Jenderal D Fock, Jonkheer ACD de Graeff, Jonkheer BC de Jonge, dan Jonkheer AWL Tjarda van Starkenborgh Stachouwer menginjakkan kakinya. Stachouwer adalah gubernur jenderal terakhir Hindia Belanda yang mendelegasikan kekuasaan kepada militer Hindia Belanda di bawah pimpinan Jenderal Heinz teer Porten yang menyerah kepada tentara Jepang pada awal Maret 1942.

Pada tanggal 31 Oktober 1948, gedung gereja dialihkan dari Belanda kepada Sinode GPIB dengan nama jemaat GPIB “Bogor”, merupakan salah satu dari 52 jemaat mula-mula GPIB.

Hingga tahun 1962, kebaktian di gereja yang terletak di Jl Ir H Juanda No 3 Bogor ini masih menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar ibadah, dan gereja ini pun disebut Nederlansche spreken gemeente (Jemaat berbahasa Belanda). Sedangkan ibadah yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia dilakukan di gedung gereja Bethel di Jl Jend Soedirman 44 Bogor.

Pada tahun 1985 namanya berubah jemaat GPIB “Zebaoth”.

Mengutip dari situs web GPIB Zebaoth, sesuai Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No PM.26/PW.007/MPK/2007 tentang Penetapan Situs dan Bangunan Tinggalan Sejarah dan Purbakala yang berlokasi di Wilayah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat sebagai Benda Cagar Budaya, Situs, atau Kawasan Cagar Budaya yang dilindungi Undang-undang Republik Indonesia No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, Menteri Kebudayaan dan Parawisata Republik Indonesia menetapkan Gereja Zebaoth Bogor dan Panti Asuhan Bina Harapan sebagai Benda Cagar Budaya.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
7 Dasawarsa BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home