Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:07 WIB | Rabu, 12 April 2017

Perubahan Iklim Menyebabkan Turbulensi

Ilustrasi. penelitian baru menunjukkan perubahan iklim dapat meningkatkan turbulensi turbulensi pada penerbangan. (Foto: voanews.com)

INGGRIS, SATUHARAPAN.COM – Perubahan iklim dapat menyebabkan turbulensi kuat pada penerbangan, menurut sebuah studi baru. Turbulensi adalah, perubahan kecepatan aliran udara yang sering terjadi pada skala kecil, jangka waktu yang pendek, serta acak. Turbulensi inilah yang ditakuti oleh penumpang saat mereka melakukan perjalanan udara (pesawat terbang),

Para peneliti di University of Reading di Inggris mengatakan, turbulensi cukup kuat untuk melontarkan penumpang  dan awaknya terlepas di sekitar kabin pesawat, dan kejadian ini menjadi dua atau tiga kali lebih sering.

“Bagi kebanyakan penumpang, turbulensi ringan tidak lebih dari ketidaknyamanan dan menjengkelkan dan mengurangi tingkat kenyamanan mereka, tetapi bagi penumpang yang penakut atau gugup, turbulensi ringan akan sangat menyusahkan dan membuat stres,” kata Paul Williams, seorang peneliti yang melakukan penelitian tersebut, yang dilansir dari situs voanews.com.

“Bagaimanapun juga bagi  penumpang yang sudah berpengalaman dalam melakukan perjalanan, mereka tetap khawatir pada meningkatnya turbulensi  hingga mencapai 149 persen, dan sering terjadi pada penerbangan di seluruh dunia,” katanya.

Secara khusus, peneliti menggunakan model superkomputer untuk melihat turbulensi udara dengan sangat jelas pada musim dingin di transatlantik pada ketinggian 12 kilometer, dan akan terjadi perubahan turbulensi  dengan cepat ketika jumlah karbon diokasia (CO2) dua kali lebih banyak di atmosfer, hal ini terjadi pada akhir abad ini.

Model menunjukkan turbulensi ringan bisa meningkat 59 persen, turbulensi sedang dapat meningkat hingga 75 persen, sedangkan turbulensi berat dapat meningkat hingga 127 persen sedangkan turbulensi yang berat atau parah bisa melonjak hingga 149 persen.

Para peneliti melihat  bahwa perubahan iklim  menyebabkan  angin badai dan jet straim  atau hembusan angin berkekuatan 100 km/jam yang  terjadi pada kondisi cuaca ekstrem. Hal inilah yang mengakibatkan turbulensi pada pesawat.

“Studi baru kami mencatat, gambar yang paling rinci, turbulensi yang terjadi pada penerbangan karena adanya  perubahan iklim,” kata Williams.

Editor: Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home