Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:16 WIB | Selasa, 26 November 2019

Perusahaan yang Akan Berinvestasi di Karawang Utamakan Tenaga Robot

Ilustrasi - Pembangunan Jembatan di Karawang. (Foto: Antara/Ali Khumaini)

KARAWANG, SATUHARAPAN.COM – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan sejumlah perusahaan manufaktur yang akan berinvestasi di Karawang akan mengutamakan penggunaan teknologi robot.

Kepala DPMPTSP setempat Dedi Achdiat, di Karawang, Selasa (26/11), mengatakan, investasi industri di Karawang dipastikan akan tetap bergeliat di tengah tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang 2020 yang mencapai Rp4.594.324.

Ia mengatakan, sektor industri di Karawang nantinya akan beralih. Dari sebelumnya sektor industri padat karya atau tekstil sandang kulit (TSK), menjadi industri manufaktur yang cenderung mengaplikasikan tenaga mesin.

"Industri manufaktur yang berinvestasi akan lebih mengutamakan teknologi robot dan hanya sedikit menggunakan tenaga kerja manusia," kata dia.

Ia menyampaikan hal tersebut, setelah melihat dokumen-dokumen perizinan yang saat ini masuk ke dinasnya.

"Jadi yang mengajukan izin sekarang ini banyak perusahaan industri manufaktur yang lebih mengutamakan teknologi robot, jumlah tenaga kerjanya tidak terlalu banyak," kata Dedi.

Dedi Achdiat mengatakan, akan menarik investasi di bidang barang dan jasa serta pariwisata. Itu dilakukan untuk menjaga angka pengangguran.

Beralih Pakai Tenaga Robot

Sebenarnya gejala ini sudah tampak pada tahun 2017, seperti yang dikemukakan oleh Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto,yang dikutip dari  rmoljabar.com, pada (10 Februari 2017), bahwa, sudah mulai muncul gejala pengurangan tenaga manusia di pabrik-pabrik di Karawang. Gejala itu terlihat dari banyaknya pabrik yang lebih mengoptimalkan mesin atau robot dibanding manusia. Contohnya pabrik PT Ichii Industries Indonesia di kawasan Karawang International Insustrial City (KIIC), Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Pabrik yang memproduksi onderdil mobil ini hanya mempekerjakan 50 orang karyawan. Bahkan sepanjang tahun 2016, dari berbagai pabrik baru yang diresmikan, hampir seluruh pabrik itu lebih mengedepankan mesin-mesin canggih untuk mengurangi anggaran produksi untuk karyawan. (Ant)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home