Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Prasto Prabowo 10:03 WIB | Kamis, 13 Februari 2014

Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY

Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
DC-3 Dakota (Foto : Istimewa)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
DC-8 PanAm yang pernah disewa untuk Presiden Soekarno (Foto : www.60sairlineantiques.net)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
Lockheed C-140 Jetstar, salah satu pesawat kepresidenan era Soekarno (Foto : Istimewa)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
Ilyushin Il-18, salah satu pesawat yang pernah digunakan Soekarno sebagai pesawat kepresidenan (Foto : Istimewa)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
Convair 990 Garuda Indonesia Airways yang pernah digunakan Soekarno dan Soeharto tatkala menjadi presiden (Foto : wikipedia)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
DC-10 Garuda Indonesia yang sering digunakan Soeharto untuk perjalanan ke luar negeri di era 80an (Foto : wikimedia)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
MD-11 Garuda Indonesa, penerus DC-10 yang sering digunakan Soeharto, Gus Dur, dan Megawati saat jadi presiden (Foto : wikipedia)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
Boeing 707 TNI AU yang digunakan Gus Dur saat menjadi presiden (Foto : sam chui/airliners.net)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY
Airbus A330-300 Garuda Indonesia yang digunakan SBY saat menjadi presiden untuk kunjungan jarak jauh (Foto : avioners.net)
Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY

SATUHARAPAN.COM – Hampir semua pemimpin dunia mempunyai pesawat khusus yang digunakan untuk suatu kunjungan ke negara lain atau wilayah yang jauh dari ibukota negara. Hal yang sama juga terjadi dengan Presiden Republik Indonesia (RI). Sejak Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selalu siap pesawat khusus yang mengangkut sang presiden untuk kunjungan kenegaraan.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut ini pesawat-pesawat yang digunakan RI-1 :

I.Presiden Soekarno (1945-1967)

1.DC-3 Dakota. Proklamator Kemerdekaan Indonesia ini menggunakan DC-3 Dakota sebagai pesawat kepresidenannya. Pesawat ini adalah sumbangan masyarakat Aceh yang mengumpulkan 20 kilogram emas untuk membeli Dakota yang selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan seperti membantu perjuangan bangsa termasuk digunakan Soekarno sebagai presiden untuk menjalankan diplomasi luar negerinya.

2. DC-8 PanAm. Ini adalah pesawat yang disewa Pemerintah RI dari Pan American World Airways (PanAm) Amerika Serikat (AS) untuk keperluan pejalanan Presiden Soekarno. Uniknya, pesawat ini digunakan Soekarno dalam lawatan ke Moskow, Uni Soviet saat hubungan AS dan negara komunis itu sedang tegang-tegangnya saat Perang Dingin berlangsung.

3. Boeing 707 PanAm. Pesawat ini disewa Pemerintah RI dari PanAm pada saat kunjungan Presiden Soekarno melawat ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden AS John F. Kennedy tahun 1961. Pesawat disewa lengkap dengan pilot dan pramugari dari PanAm.

4. Lockheed C-140 Jetstar. Sekembali Presiden Soekarno dari AS, pemerintah negara tersebut menghadiahi Indonesia dengan pesawat Lockheed C-140 Jetstar yang diberi nama Saptamarga, Irian, dan Pancasila. Salah satu pesawat ini sempat dijadikan sebagai pesawat kepresidenan yang stand by di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk mengevakuasi presiden manakala bila terjadi ancaman.

5. Ilyushin Il-18. “Tidak mau kalah” dengan AS, Presiden Uni Soviet Nikita Kruschev menghadiahi dua unit pesawat Ilyushin Il-18 untuk Presiden Soekarno. Pesawat ini kemudian menjadi salah satu pesawat kepresidenan RI dan diberi nama Dolok Martimbang. Pesawat bermesin propeller ini digunakan Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan di dalam negeri dan ke kawasan regional Asia Tenggara.

6.Convair 990 Garuda Indonesia Airways. Tahun 1963 Garuda Indonesia Airways membeli Convair 990 dan sempat dijadikan pesawat kepresidenan RI. Presiden Soekarno menggunakan pesawat ini dalam kunjungan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea Utara, dan Aljazair.

II. Presiden Soeharto (1967-1998)

1.C-130 Hercules TNI AU. Di awal pemerintahannnya di tahun 1967, Presiden Soeharto menggunakan C-130 Hercules untuk berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Memang Hercules untuk keperluan Presiden ini tidak sama dengan Hercules biasa. Kabinnya dibuat nyaman untuk mengangkut VVIP.

2. DC-8 Garuda Indonesia Airways. Presiden Soeharto juga sempat menggunakan pesawat yang disewa Pemerintah RI dari maskapai Garuda Indonesia ini untuk berkunjung ke luar negeri di masa awal pemerintahannya.

3. Avro RJ-185 dan Fokker 28 Pelita Air Service. Presiden Soeharto kerap menggunakan 2 pesawat yang disewa dari anak perusahaan Pertamina ini untuk kunjungan di dalam negeri sampai era 80an dan 90an awal. Avro RJ-185 kelak masih dipakai 3 presiden setelah Soeharto yaitu Habibie, Gus Dur dan Megawati untuk perjalanan di dalam negeri.

4. DC-10 Garuda Indonesia. Di era 80an, Presiden Soeharto menggunakan pesawat DC-10 yang disewa pemerintah dari Garuda Indonesia. Pesawat bermesin tiga buatan McDonell Douglas, AS ini sering menjadi trademark Soeharto kala berkunjung ke luar negeri.

5. MD-11 Garuda Indonesia. Memasuki era 90an, Garuda Indonesia mengganti armada DC-10 nya dengan MD-11. Masih model mesin 3 seperti halnya DC-10 namun dengan mesin yang lebih kuat dan adanya winglet di ujung-ujung sayapnya. Tampaknya Presiden Soeharto atau pemerintah saat itu menyukai pesawat model 3 mesin untuk fasilitas presiden. Soeharto menggunakan pesawat ini di perjalanan terakhirnya ke Mesir beberapa saat sebelum lengser dari jabatan kepresidenan.

III. Presiden BJ. Habibie (1998-1999)

1.Avro RJ-185 Pelita Air. Presiden Habibie hanya sebentar menjabat presiden. Dia menggunakan pesawat milik Pelita yang pernah digunakan Soeharto saat jadi presiden.Sebagai presiden, Habibie hampir tidak pernah ke luar negeri. Menurut catatan, saat menghadiri KTT ASEAN di Singapura, Habibie berangkat pagi dan pulang malam dengan menggunakan pesawat Avro RJ-185 Pelita Air.

IV. Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001)

1.Boeing 707 TNI AU. Presiden yang akrab dipanggil Gus Dur ini pernah menggunakan pesawat Boeng 707 VVIP TNI AU untuk perjalanan keluar negeri. Namun ada satu kisah saat Presiden Gus Dur hendak berkunjung ke Australia. Sampai di atas Darwin, pesawat mengalami kebocoran oli sehingga harus mendarat darurat di Pangkalan AU Australia di Darwin.

2. MD-11 Garuda Indonesia. Presiden Gus Dur masih menggunakan pesawat MD-11 yang disewa dari Garuda Indonesia untuk perjalanannya ke luar negeri.

3. Avro RJ-185. Pesawat milik Pelita Air ini sering dipergunakan Presiden Abdurrahman Wahid untuk perjalanan nya di dalam negeri.

V. Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004)

1. MD-11 Garuda Indonesia. Presiden Megawati Soekarnoputri melanjutkan masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Megawati tidak terlalu sering mengadakan kunjungan ke luar negeri. MD-11 yang disewa dari Garuda Indonesia adalah pesawat yang dipergunakan.

2. Avro RJ-185. Seperti halnya Soeharto, BJ.Habibie, dan Abdurrahman Wahid, pesawat milik Pelita Air ini sering dipergunakan Presiden Megawati untuk perjalanan nya di dalam negeri.

VI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

1.Airbus A330-300 Garuda Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kerap menggunakan pesawat Airbus A330-300 yang disewa dari maskapai Garuda Indonesia.

2. Boeing 737 Garuda Indonesia. Untuk perjalanan di dalam negeri atau regional, Presiden yang kerap dipanggil SBY ini menggunakan Boeing 737 yang juga disewa dari Garuda Indonesia. Dimensi dan kapasitas pesawat ini memang lebih kecil daripada Airbus A330.

VII. Presiden 2014-2019

Era Presiden SBY sebenarnya sudah menyiapkan sebuah pesawat khusus Boeing 737 BBJ (Boeing Business Jet) yang dibeli Pemerintah RI. Pemerintahan SBY beralasan bahwa sudah saatnya Presiden RI mempunyai sebuah pesawat khusus yang tidak perlu menyewa lagi. Standar keamanan dan kenyamanan pesawat baru ini pun dibuat layak untuk seorang presiden. Pesawat akan dimiliki oleh Sekretariat Negara RI dan operasional serta perawatannya akan diserahkan kepada TNI AU. Pesawat ini rencananya tahun 2014 sudah jadi dan siap operasional.

Editor : Prasto Prabowo

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home